26.000 Pelajar dan Guru Sulbar Ikuti Program Literasi Digital AI

Penulis: Supriadi Wahab  •  Sabtu, 02 Mei 2026 | 15:38:56 WIB
Pelajar dan guru di Sulawesi Barat mengikuti program literasi digital AI yang diinisiasi Kaizen Collaborative Impact.

Sulawesi Barat — Kaizen Collaborative Impact memperkuat komitmen meningkatkan literasi digital di Sulawesi Barat melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulbar. Program yang merupakan inisiatif ASEAN Foundation dan Google.org ini telah menjangkau 70 sekolah dengan peserta mencapai 26.000 orang, terdiri dari 24.000 siswa SMA/SMK dan 2.200 guru.

Program Komprehensif Menjangkau Berbagai Sektor

Direktur Eksekutif Yayasan Kaizen Collaborative Impact, Ismita Saputri, menjelaskan fokus program pada peningkatan kecakapan digital pendidik dan peserta didik. "Sejauh ini kami bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar untuk meningkatkan literasi digital pendidik dan peserta didik agar lebih cakap, beretika, dan aman dalam beraktivitas di ruang digital," kata Ismita pada Sabtu (2 Mei 2026).

Kerja sama tersebut telah diformalisasi melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Pemprov Sulbar. Program yang dijalankan mencakup tiga inisiatif utama: AI Ready ASEAN, AIM ASEAN, dan SCAM Ready ASEAN, dengan fokus meningkatkan literasi digital serta kapasitas pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi untuk pengembangan usaha.

Adaptasi Teknologi dan Kecerdasan Buatan

Program menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan, tanpa ketergantungan sepenuhnya. Ismita menegaskan bahwa edukasi diberikan agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara positif. "Harapannya, mereka bisa tumbuh bersama teknologi dan memanfaatkannya secara bijak," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kecerdasan buatan telah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam aplikasi navigasi digital. "Penggunaan aplikasi peta digital sudah memanfaatkan AI. Yang penting adalah bagaimana teknologi itu digunakan sesuai kebutuhan," jelasnya.

Perluasan ke Aparatur Sipil Negara

Pemerintah Provinsi Sulbar juga mendorong perluasan program ke aparatur sipil negara. Gubernur Suhardi Duka menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia di semua lini. "Pesan Gubernur Suhardi Duka, ASN juga mesti mendapat perhatian pengembangan SDM seperti halnya masyarakat. Jadi, edukasi harus menyasar ASN," ungkapnya.

Untuk kalangan organisasi perangkat daerah, materi pelatihan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing instansi, khususnya dalam pemanfaatan teknologi terkini. Program literasi digital bagi pelaku UMKM dimulai pada 2 Mei 2026 dengan fokus pada pemanfaatan teknologi untuk pengembangan usaha.

Program Gratis Tanpa Pengambilan Data

Ismita menegaskan bahwa seluruh program dijalankan tanpa dipungut biaya kepada peserta. "Program ini gratis, kami tidak menjual produk maupun mengambil data dalam bentuk apa pun," tegasnya, memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa partisipasi dalam program ini aman dan terjangkau bagi semua lapisan.

Reporter: Supriadi Wahab
Back to top