Google menjelaskan penyebab layanan sistem AICore mengonsumsi ruang penyimpanan hingga 11GB pada sejumlah perangkat Android flagship. Penjelasan resmi ini memberikan kepastian bagi pengguna Google Pixel mengenai manajemen memori otomatis untuk fitur kecerdasan buatan Gemini Nano.
Google akhirnya buka suara terkait keluhan pengguna mengenai aplikasi sistem AICore yang memakan ruang penyimpanan (storage) sangat besar. Pembaruan pada halaman dukungan resmi perusahaan mengungkap bahwa layanan ini bisa menggunakan memori hingga belasan gigabyte saat melakukan proses pembaruan model kecerdasan buatan (AI).
AICore merupakan komponen vital pada ponsel Android kelas atas, seperti seri Google Pixel dan Samsung Galaxy terbaru. Aplikasi ini bertugas menjalankan Gemini Nano secara on-device, yang memungkinkan fitur seperti ringkasan notifikasi dan balasan pesan otomatis bekerja tanpa koneksi internet.
Penyebab utama membengkaknya penggunaan storage ini adalah sistem fail-safe yang diterapkan Google selama proses pembaruan. Saat AICore mengunduh model AI versi terbaru, sistem tidak langsung menghapus versi lama guna memastikan stabilitas perangkat.
Google menyimpan dua versi model AI sekaligus—lama dan baru—selama maksimal tiga hari. Langkah ini diambil agar sistem bisa melakukan rollback atau kembali ke versi sebelumnya secara instan jika terjadi kegagalan saat update, tanpa mengharuskan pengguna mengunduh ulang file berukuran besar.
Beberapa poin teknis terkait penggunaan storage AICore meliputi:
Proses pembaruan ini berlangsung sepenuhnya di latar belakang tanpa memerlukan intervensi pengguna. Jika Google langsung menghapus model lama sebelum model baru terverifikasi stabil, pengguna berisiko kehilangan akses ke fitur AI jika terjadi gangguan di tengah proses unduhan.
Meskipun mekanisme ini menjaga keandalan fitur, penggunaan storage di atas 10GB untuk layanan latar belakang tetap tergolong masif. Hingga saat ini, Google belum menyediakan opsi manual bagi pengguna untuk membatasi atau mengelola penggunaan memori ini secara mandiri melalui menu pengaturan sistem.
Bagi pemilik perangkat flagship di Indonesia, fenomena ini mungkin terlihat mengkhawatirkan, terutama pada varian ponsel dengan kapasitas storage 128GB. Namun, pengguna disarankan untuk tidak melakukan tindakan manual seperti menghapus data aplikasi secara paksa yang justru bisa merusak fungsi AI.
Sistem Android akan memprioritaskan stabilitas fitur AI yang menjaga privasi data karena pemrosesan dilakukan langsung di perangkat, bukan di server awan. Pembersihan ruang penyimpanan akan terjadi dengan sendirinya setelah masa transisi tiga hari selesai, sehingga kapasitas memori akan kembali normal tanpa mengganggu kinerja ponsel secara keseluruhan.
Langkah transparan dari Google ini diharapkan dapat meredam kekhawatiran pengguna mengenai adanya bug atau kebocoran data pada aplikasi AICore. Ke depannya, efisiensi ukuran model AI menjadi tantangan besar bagi Google agar fitur cerdas ini tidak membebani kapasitas penyimpanan fisik ponsel pengguna.