MAMUJU — Puluhan siswa vokasional di SMKN 1 Rangas, Kabupaten Mamuju, menjalani agenda Pemberian Kompetensi Tambahan (PKT) serta Uji Kompetensi atau Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) Terampil. Kegiatan yang berlangsung pada 7–8 Mei 2026 ini merupakan inisiasi Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar di bawah Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah (PUPRD) Sulawesi Barat memberikan dukungan penuh terhadap program ini sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Para siswa dipersiapkan agar tidak hanya memiliki ijazah sekolah, tetapi juga mengantongi pengakuan kompetensi yang diakui secara nasional di bidang jasa konstruksi.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, para peserta mendapatkan bimbingan langsung dari sejumlah instruktur dan tenaga ahli berpengalaman. Nama-nama seperti Firman Juang Mallarangeng, Fadliya, Dellnis LT, M. As’ad, hingga Minarti Arifin dihadirkan untuk membedah berbagai materi teknis maupun non-teknis yang dibutuhkan industri saat ini.
Materi yang diberikan mencakup aspek fundamental hingga teknologi mutakhir, mulai dari regulasi jasa konstruksi, budaya kerja, serta komunikasi efektif di lingkungan proyek. Selain itu, siswa diberikan pemahaman mendalam mengenai dasar keselamatan konstruksi dan pengenalan Building Information Modelling (BIM) yang menjadi standar baru dalam perencanaan infrastruktur modern.
Pelatihan juga menyentuh aspek teknis lapangan seperti pekerjaan persiapan, pengawasan pelaksanaan proyek, hingga dasar pemeliharaan mekanikal dan plumbing. Diversifikasi materi ini dirancang agar lulusan SMKN 1 Rangas memiliki keahlian yang adaptif dan mampu bekerja secara profesional di berbagai lini proyek konstruksi.
Kepala Dinas PUPRD Sulawesi Barat, Surya Yuliawan Sarifuddin, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas SDM vokasional merupakan pilar penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur daerah yang berkualitas. Menurutnya, sertifikasi adalah bukti otentik yang akan membedakan kualitas tenaga kerja lokal di mata perusahaan jasa konstruksi.
“Melalui kegiatan seperti ini, peserta didik tidak hanya memperoleh tambahan kompetensi, tetapi juga pengakuan sertifikasi yang menjadi modal penting memasuki dunia kerja konstruksi,” ujar Surya Yuliawan Sarifuddin.
Ia menambahkan bahwa program ini diharapkan mampu membentuk budaya kerja yang disiplin dan mengutamakan keselamatan kerja (K3). Dengan penguatan pada aspek teknis dan sertifikasi, tenaga kerja asal Sulawesi Barat diharapkan mampu bersaing secara sehat dengan tenaga kerja dari luar daerah dalam mengawal proyek-proyek strategis.
Langkah ini sejalan dengan misi besar Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam mencetak generasi muda yang unggul dan berkarakter. Penguatan kompetensi di level sekolah menengah kejuruan dipandang sebagai solusi jangka panjang untuk menekan angka pengangguran sekaligus menyediakan suplai tenaga kerja terampil bagi sektor swasta maupun pemerintah.
Sektor jasa konstruksi yang profesional menuntut pekerja yang tidak hanya mahir secara praktik, tetapi juga paham regulasi dan standar keamanan. Melalui kolaborasi antara Dinas PUPRD Sulbar, Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, dan pihak sekolah, mata rantai antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri coba dipererat.
Kegiatan di SMKN 1 Rangas ini menjadi salah satu percontohan pengembangan SDM konstruksi di daerah. Ke depan, sertifikasi serupa diharapkan dapat menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan vokasi di kabupaten lain di Sulawesi Barat guna menciptakan pemerataan kualitas tenaga kerja lokal.