MAMUJU — Suhardi Duka memilih dzikir dan doa bersama untuk memperingati ulang tahunnya yang ke-64, Minggu (10/5) malam. Gubernur Sulawesi Barat itu mengajak jajarannya merenungi perjalanan hidup dan jabatan yang diamanahkan.
“Sebaiknya kita mengetahui dari mana kita datang, kemudian kita juga harus mengetahui dan memahami ke mana kita pergi. Saya kira semua manusia tidak ada yang suci, pasti melalui proses, ada khilaf dan salah. Olehnya itu, maka kita selalu bertobat,” ujar Suhardi Duka dalam sambutannya.
Acara yang digelar sederhana di Rumah Jabatan Gubernur ini dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar Junda Maulana, para asisten setda, staf ahli gubernur, kepala perangkat daerah, hingga direktur UPTD RSUD Provinsi Sulbar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan shalat Magrib berjamaah. Setelah itu, dzikir dan doa bersama dipimpin oleh KH. Abdul Syahid Rasyid, dilanjutkan ceramah islami oleh Muhammad Abi Ihyah.
“Malam ini kita berdzikir bersama. Pertama untuk mensyukuri nikmat yang telah kita dapat, nikmat hidup, nikmat jabatan dan nikmat usia,” kata Suhardi Duka.
Di hadapan para pejabat lingkup Pemprov Sulbar, ia berharap sisa usianya bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat. “Mungkin kalau sebelumnya usia-usia terdahulu kita masih belok-belok, di usia terakhir ini harus lurus-lurus,” ucapnya.
Gubernur mengajak seluruh peserta menyimak ceramah yang disampaikan sebagai bekal memperkuat spiritualitas dan memperbaiki diri. Ia menekankan pentingnya memperbanyak rasa syukur atas nikmat kehidupan yang diberikan.
Kegiatan dzikir dan doa bersama ini ditutup dengan shalat Isya berjamaah dan santap malam bersama seluruh tamu undangan. Tidak ada potong tumpeng atau perayaan seremonial lain yang biasanya mewarnai peringatan hari jadi seorang kepala daerah.