Pemprov Sulbar Gelar Simulasi Gempa dan Kebakaran di Kantor Gubernur, Evakuasi Korban Pakai Motor dan Tali dari Lantai Dua

Penulis: Rendi Kusuma  •  Senin, 11 Mei 2026 | 23:20:01 WIB
Sekretaris Daerah Sulbar memantau simulasi evakuasi korban gempa dan kebakaran di kantor gubernur.

MAMUJU — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, turun langsung memantau jalannya simulasi yang digelar usai apel pagi. Ia menegaskan bahwa penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri oleh satu instansi.

"Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan koordinasi, kolaborasi, dan kesiapan seluruh sektor agar penanganan krisis kesehatan maupun evakuasi masyarakat dapat berjalan cepat dan tepat," kata Junda Maulana dalam keterangannya.

Evakuasi Korban Pakai Motor dan Tali dari Lantai Dua

Rangkaian simulasi memperagakan proses evakuasi korban menggunakan kendaraan roda dua. Tim gabungan juga mempraktikkan penanganan korban luka, pemadaman kebakaran, hingga evakuasi dari lantai dua menggunakan tali.

Setelah korban berhasil dievakuasi, tenda darurat dan dapur umum langsung didirikan di halaman kantor. Ini menjadi bagian dari skenario penanganan pasca-bencana yang harus siap dalam hitungan menit.

Kesiapan Tenaga Kesehatan Jadi Kunci Respons Cepat

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyebut simulasi ini sebagai langkah strategis. Menurutnya, kesiapsiagaan tenaga kesehatan dan unsur terkait sangat menentukan kecepatan respons saat bencana benar-benar terjadi.

Dari pengalaman gempa Mamuju 2021 lalu, koordinasi lintas sektor menjadi pelajaran berharga. Saat itu, akses jalan terputus dan listrik padam selama berhari-hari, menghambat proses evakuasi dan distribusi logistik.

Mengapa Sulbar Jadi Daerah Rawan Bencana?

Sulawesi Barat berada di pertemuan lempeng tektonik aktif yang memicu gempa bumi. Selain itu, topografi perbukitan dan curah hujan tinggi meningkatkan potensi banjir bandang dan tanah longsor. Kebakaran juga kerap terjadi di permukiman padat penduduk di kota Mamuju.

Melalui simulasi ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berharap kesiapsiagaan seluruh unsur penanggulangan bencana semakin meningkat. Targetnya, risiko dan dampak bencana terhadap masyarakat bisa diminimalkan secara signifikan.

Junda Maulana menambahkan, kegiatan serupa akan diperluas ke tingkat kabupaten dan kecamatan. "Ini bukan seremonial. Kami ingin semua OPD dan masyarakat paham prosedur evakuasi yang benar," pungkasnya.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: wacana.info This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top