MAMUJU TENGAH — Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah dengan memasang spanduk imbauan di sejumlah lokasi strategis. Imbauan tersebut berisi ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk mengutamakan jalur komunikasi dan penyelesaian damai dalam setiap permasalahan agraria yang muncul.
Langkah ini dinilai krusial mengingat sengketa lahan kerap menjadi pemicu utama keretakan hubungan antarwarga di daerah. Melalui pesan yang tertulis di spanduk, pemerintah daerah secara eksplisit meminta warga agar tidak mudah terpancing atau terprovokasi oleh isu-isu yang beredar dan berpotensi memicu konflik antarkelompok.
Salah satu kalimat penekanan yang disebarluaskan adalah “Damai itu indah, persatuan harus dijaga”. Meski terdengar sederhana, pesan ini menjadi pengingat mendalam bagi masyarakat agar senantiasa menjaga kerukunan yang telah terjalin selama ini. Spanduk-spanduk tersebut sengaja dipasang di titik-titik yang mudah terlihat oleh publik, seperti persimpangan jalan dan pusat keramaian.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa setiap sengketa atau masalah terkait agraria wajib diselesaikan melalui cara-cara yang sah, baik, dan beradab. “Bukan dengan tindakan kekerasan, intimidasi, maupun perbuatan yang melanggar hukum,” demikian bunyi salah satu poin imbauan yang tertuang dalam spanduk tersebut.
Pemkab Mamuju Tengah tidak hanya berhenti pada imbauan. Mereka juga mengingatkan ketersediaan berbagai jalur penyelesaian yang dapat dimanfaatkan oleh warga. Jalur-jalur tersebut meliputi musyawarah untuk mencapai mufakat, proses mediasi yang difasilitasi pemerintah desa atau kecamatan, hingga menempuh jalur hukum yang berlaku demi keadilan bersama.
Langkah ini diambil sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan. Pemerintah berharap seluruh masyarakat bersatu padu mewujudkan situasi yang aman dan kondusif, sehingga pembangunan daerah dapat berjalan lancar dan kesejahteraan seluruh warga Mamuju Tengah dapat tercapai dengan lebih baik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai eskalasi konflik agraria signifikan di wilayah tersebut pasca-pemasangan spanduk. Pemerintah daerah terus memantau dinamika di lapangan dan siap memfasilitasi dialog jika diperlukan.