SULAWESI BARAT — Peluncuran yang dikonfirmasi langsung oleh Honda Thailand ini menandai pergeseran besar dari pendekatan sebelumnya. Jika generasi pra-facelift masih menawarkan keseimbangan antara mesin konvensional dan hybrid, kini peta jalan berubah drastis: mobil hybrid bukan lagi opsi, melainkan pilihan utama.
Secara visual, City facelift mendapat ubahan pada bagian depan. Lampu LED kini lebih tajam dipadukan dengan grille honeycomb yang lebih ramping. Versi RS, yang hanya tersedia di Thailand dan tidak dijual di India, mendapat lencana merah khas Honda dan bumper bawah berbeda.
Interior membawa pembaruan paling terlihat: layar infotainment 10 inci untuk varian menengah ke atas. Model entry-level masih mendapat unit lebih kecil, namun integrasinya ke dashboard lebih rapi. Fitur anyar lain meliputi pencahayaan ambient, kamera 360 derajat, pengisi daya nirkabel, dan kaca spion elektrokromik.
Dari lima varian yang ditawarkan, hanya base grade S yang masih mengandalkan mesin turbo 1.0 liter tiga silinder VTEC berpenggerak CVT. Tiga varian lainnya — V, SV, dan RS — seluruhnya menggunakan sistem e:HEV self-charging hybrid. Mesin bensin 1.5 liter naturally aspirated dipadukan motor listrik untuk menghasilkan tenaga kombinasi 125 hp (93 kW / 126 PS), naik tipis dari 120 hp (90 kW / 122 PS) mesin turbo.
Pasar Thailand masih mendapat bodi hatchback yang tidak dijual di India. City hatchback dan sedan sama-sama mendapat ubahan belakang: lampu LED dengan lensa bening di latar abu-abu gelap. Versi RS mendapat diffuser palsu lebih besar, namun knalpot tetap disembunyikan di bawah bumper.
Sayangnya, edisi spesial Drival dengan bodykit agresif tidak hadir di facelift ini. Sebagai gantinya, Honda menghadirkan dua warna baru untuk trim RS: Belzing Red dan Urban Grey pearl. Pelek juga didesain ulang.
Honda Thailand mulai menerima pendaftaran minat pada 1 Juli, dengan pengiriman pertama dijadwalkan akhir Agustus. Harga resmi akan diumumkan dalam beberapa pekan mendatang, namun diperkirakan masih berkisar ?599.000–829.000 (Rp 26,8–37,1 juta dengan kurs Rp 16.000).
Bagi konsumen Indonesia yang menantikan City facelift, kabar ini bisa menjadi indikasi arah Honda Prospect Motor. Meski pasar India mendapat facelift lebih dulu, Thailand selalu menjadi barometer utama untuk produk global Honda. Jika tren hybrid terus berlanjut, bukan tidak mungkin Indonesia juga akan melihat porsi e:HEV yang lebih besar di lini City saat facelift tiba di sini.