SULAWESI BARAT — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengumumkan rencana rekrutmen massal ini dalam rapat koordinasi bersama Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo di kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (26/5). Pembahasan utama rapat adalah percepatan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat.
"Tahun ini kita InsyaAllah akan merekrut lebih dari 3.000 guru dan 5.000 tenaga kependidikan. Sementara siswanya kita akan merekrut lebih dari 32 ribu untuk tahun ini," kata Gus Ipul, dikutip dari laman resmi Kemensos, Kamis (28/5).
Kemensos bersama Kementerian PU menyepakati percepatan pembangunan 93 titik Sekolah Rakyat permanen tahap II. Target penyelesaian seluruh gedung adalah Juni 2026, sehingga bisa digunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027 yang dimulai Juli mendatang.
"Target penyelesaian pembangunan pada 93 titik pembangunan gedung Sekolah Rakyat, agar Juli bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran tahun 2026/2027," ungkap Mensos.
Menteri PU Dody Hanggodo mengungkapkan masih ada lima lokasi pembangunan yang masuk kategori zona merah. Kendala yang dihadapi meliputi arus kas proyek, progres pembangunan yang lambat, serta keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di lapangan.
"Harapan saya, dari 93 (titik) itu minimum sekali, 88 itu benar-benar sudah selesai, kalau bisa 93 selesai," ujar Dody.
Hingga berita ini diturunkan, Kemensos belum merilis detail persyaratan dan jadwal pendaftaran untuk posisi guru dan tenaga kependidikan. Informasi resmi akan diumumkan melalui website Kementerian Sosial dan kanal komunikasi resmi pemerintah.
Calon pelamar disarankan untuk mulai mempersiapkan dokumen kependidikan dan portofolio mengajar. Rekrutmen massal ini menjadi peluang besar bagi tenaga pendidik yang ingin berkontribusi dalam program sekolah gratis untuk masyarakat kurang mampu.
Pemerintah menargetkan total 32 ribu siswa akan mengikuti program Sekolah Rakyat pada tahun pertama operasionalnya.