Katalitik konverter, komponen yang berfungsi mengurangi emisi gas buang, bekerja pada suhu ekstrem antara 400 hingga 800 derajat Celsius. Saat kendaraan berhenti di atas rumput kering atau dedaunan, panas yang terperangkap di bawah mobil bisa langsung menyulut bahan bakar tersebut. Di Indonesia, fenomena ini kerap terjadi di jalur lintas Sumatera dan Kalimantan, terutama pada puncak musim kemarau antara Juli hingga Oktober.
Mekanismenya sederhana: pengemudi memarkir mobil di pinggir jalan yang ditumbuhi rumput kering. Katalitik konverter yang masih panas — bahkan setelah mesin dimatikan — bersentuhan langsung dengan vegetasi. Dalam hitungan detik, api mulai membara dan merambat ke semak-semak di sekitarnya.
Kebakaran yang dipicu kendaraan tidak selalu berasal dari knalpot. Gesekan rantai roda pada trotoar batu, putaran ban pada aspal panas, hingga percikan listrik dari kabel yang aus juga bisa menjadi pemicu. Namun, katalitik konverter tetap menjadi penyebab paling dominan karena suhu operasionalnya yang ekstrem.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 1,6 juta hektar lahan terbakar di Indonesia sepanjang 2023. Sebagian besar kebakaran terjadi di lahan gambut yang sulit dipadamkan. Meskipun data spesifik soal pemicu kendaraan belum dirilis secara terpisah, laporan dari berbagai daerah menunjukkan pola yang konsisten: titik api sering muncul di sepanjang jalur transportasi utama.
Kebakaran lahan gambut tidak hanya menghancurkan ekosistem, tapi juga menghasilkan emisi karbon yang setara dengan 20 persen emisi nasional. Kabut asap yang dihasilkan juga mengganggu kesehatan warga di Sumatera dan Kalimantan, menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada ribuan orang setiap tahun.
Pencegahan paling efektif adalah kesadaran sederhana: jangan parkir di atas rumput kering. Jika harus berhenti di bahu jalan, pastikan area di bawah mobil bebas dari dedaunan atau ranting. Pemeriksaan rutin kondisi katalitik konverter juga penting — komponen yang rusak atau bocor bisa memancarkan panas lebih tinggi dari normal.
Petugas pemadam kebakaran di California dan Australia sudah lama mengkampanyekan aturan "pulled over, not parked" di musim kemarau. Pengemudi disarankan mematikan mesin dan segera meninggalkan area berumput kering dalam waktu kurang dari 30 detik setelah berhenti. Waktu ini cukup untuk mencegah panas dari katalitik konverter mencapai titik bakar vegetasi di bawahnya.
Di Indonesia, edukasi soal risiko kebakaran akibat kendaraan masih sangat terbatas. Sebagian besar pengemudi tidak menyadari bahwa katalitik konverter bisa menjadi sumber api. Kampanye keselamatan jalan yang ada lebih fokus pada kecelakaan lalu lintas, bukan pada pencegahan kebakaran lingkungan.
Beberapa negara bagian di Amerika Serikat telah mewajibkan pemasangan heat shield pada katalitik konverter kendaraan niaga. Langkah serupa belum diadopsi di Indonesia, meskipun potensi kebakaran lahan di sini jauh lebih tinggi karena luasnya area gambut dan panjangnya musim kemarau. Tekanan pada industri otomotif untuk merancang sistem pendingin knalpot yang lebih aman pun belum menjadi prioritas.