SULAWESI BARAT — Pertamina belum melakukan penyesuaian harga untuk seluruh produk BBM nonsubsidi hingga akhir Mei 2026. Artinya, harga Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex masih sama dengan tarif yang diumumkan pada awal bulan.
Kabar ini sekaligus memastikan tidak ada perubahan pada BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar. Masyarakat yang bergantung pada dua jenis bahan bakar tersebut tidak perlu khawatir dengan kenaikan mendadak.
Dari sekian banyak produk, Dexlite menjadi yang paling menarik untuk dicermati. BBM diesel nonsubsidi ini sempat mengalami kenaikan harga yang cukup tajam pada 4 Mei 2026 dan hingga akhir bulan masih bertahan di level tersebut.
Kondisi ini tentu membawa dampak langsung bagi pengguna kendaraan diesel komersial, seperti angkutan logistik dan armada pengangkut barang. Biaya operasional harian mereka belum bisa turun meskipun harga minyak dunia mungkin sudah bergerak berbeda.
Satu hal yang perlu dipahami masyarakat, harga BBM di SPBU Pertamina tidak seragam di seluruh Indonesia. Perbedaan ini bukan tanpa alasan. Faktor utamanya adalah kebijakan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang besarnya ditentukan oleh masing-masing pemerintah daerah.
Akibatnya, harga Pertamax di Aceh bisa berbeda dengan di Bali atau Nusa Tenggara Barat. Begitu pula di wilayah FTZ Batam yang memiliki skema perpajakan khusus. Jadi, ketika mengecek harga di SPBU terdekat, pastikan melihat patokan regional masing-masing.
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi oleh Pertamina dilakukan secara berkala. Mekanismenya tidak sembarangan, melainkan mempertimbangkan pergerakan harga minyak dunia, kurs rupiah terhadap dolar AS, serta formula yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Selama tiga faktor utama itu belum menunjukkan perubahan signifikan yang memicu evaluasi, harga di SPBU akan tetap seperti sekarang. Masyarakat bisa terus memantau pengumuman resmi Pertamina untuk mengetahui kapan titik penyesuaian berikutnya tiba.