KENDARI — Prestasi di level regional ini diraih setelah Pemprov Sulbar unggul dalam sejumlah indikator makroekonomi yang dinilai langsung oleh tim Kemendagri. Keberhasilan menekan angka pengangguran disebut sebagai hasil integrasi program pembangunan ekonomi daerah dengan kebijakan nasional, serta akselerasi penciptaan lapangan kerja baru yang masif di Bumi Malaqbi.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa apresiasi ini bukan sekadar seremoni. Penghargaan diberikan kepada kepala daerah yang berhasil menunjukkan rapor hijau di empat bidang strategis: penanganan pengangguran, pengentasan kemiskinan dan stunting, pengendalian inflasi, serta inovasi pembiayaan atau creative financing.
"Penghargaan ini diberikan untuk kepala daerah berprestasi pada empat bidang krusial," ujar Tito dalam sambutannya di Hotel Claro, Kendari.
Tak hanya di level provinsi, dua kabupaten di Sulawesi Barat juga menorehkan prestasi di ajang yang sama. Kabupaten Polewali Mandar (Polman) berhasil mengamankan posisi runner-up atau peringkat kedua terbaik se-Regional Sulawesi untuk kategori Pengendalian Inflasi tingkat kabupaten.
Sementara itu, Kabupaten Mamasa sukses mengunci posisi ketiga terbaik untuk kategori Creative Financing. Capaian ini menunjukkan bahwa inovasi tata kelola anggaran di daerah mulai membuahkan hasil yang diakui pemerintah pusat.
Pencapaian yang diboyong pulang ke Mamuju ini diharapkan tidak membuat jajaran birokrasi berpuas diri. Sebaliknya, raihan ini menjadi stimulus untuk terus memperluas keran kesempatan kerja dan mendongkrak kualitas pembangunan sektoral yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 ini digelar Kemendagri sebagai bentuk rekognisi objektif sekaligus insentif bagi pemerintah daerah yang berani menelurkan terobosan konkret dan menghadirkan dampak yang mengakar di tengah masyarakat.
Penghargaan ini menjadi legitimasi bahwa program penyerapan tenaga kerja lokal yang dijalankan Pemprov Sulbar berjalan efektif. Ke depan, hal ini bisa menjadi modal untuk menarik lebih banyak investasi yang membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat kebijakan pelatihan SDM agar sesuai dengan kebutuhan pasar.
Keberhasilan ini tidak lepas dari formulasi strategi yang memadukan program pembangunan ekonomi nasional dengan potensi lokal. Penguatan mutu sumber daya manusia dan akselerasi penciptaan lapangan kerja baru menjadi kunci utama yang disebutkan dalam penilaian Kemendagri.
Polman berhasil mengendalikan inflasi di tingkat kabupaten, sementara Mamasa unggul dalam inovasi pembiayaan atau creative financing. Keduanya menunjukkan bahwa tata kelola pemerintahan yang baik tidak hanya terjadi di tingkat provinsi, tetapi juga berhasil diimplementasikan hingga ke daerah.