Dalam ajang Computex 2024 yang berlangsung di Taipei, Dell dan Acer sama-sama memperkenalkan laptop entry-level dengan RAM 8GB sebagai pilihan utama. Ini adalah pergeseran signifikan dari strategi dua tahun terakhir, di mana para vendor berlomba menjejalkan RAM 16GB untuk mendukung fitur kecerdasan buatan (AI) yang berjalan langsung di perangkat.
Krisis semikonduktor yang belum sepenuhnya pulih membuat harga komponen seperti RAM dan prosesor masih tinggi. Alih-alih mempertahankan RAM 16GB yang membuat harga melambung, Dell dan Acer memilih menurunkan spesifikasi untuk menjaga banderol tetap kompetitif.
Langkah ini juga menjadi respons langsung terhadap kehadiran MacBook Neo, laptop murah dari Apple yang sukses di pasar entry-level. Dengan RAM 8GB, laptop Windows ini bisa dipatok di kisaran harga yang lebih bersahabat, mulai dari $599 hingga $699 atau sekitar Rp 9,5 juta hingga Rp 11,1 juta.
Bagi pengguna Indonesia, kabar ini justru menguntungkan. Mayoritas konsumen di segmen pendidikan dan perkantoran tidak membutuhkan RAM 16GB untuk tugas sehari-hari seperti mengetik, browsing, atau video conference.
Dengan RAM 8GB, harga laptop bisa ditekan hingga 20-30 persen lebih murah dibandingkan varian 16GB. Ini membuat merek seperti Dell dan Acer bisa kembali bersaing dengan laptop lokal dan merek China yang selama ini mendominasi segmen harga Rp 7-10 juta.
Beberapa pengamat menilai langkah ini sebagai kemunduran, mengingat RAM 16GB sudah menjadi standar di laptop mid-range sejak 2023. Namun, keputusan Dell dan Acer justru menunjukkan realitas pasar: tidak semua konsumen butuh kekuatan AI di perangkat mereka.
"Fitur AI lokal memang menarik, tapi mayoritas pengguna masih mengandalkan cloud untuk tugas berat," ujar seorang perwakilan Dell di sesi pengumuman Computex. "Kami lebih fokus menyediakan perangkat yang sesuai dengan kebutuhan dan kantong konsumen saat ini."
MacBook Neo dari Apple hadir dengan RAM 8GB sebagai varian dasar dan harga yang agresif. Dell serta Acer tidak punya pilihan selain mengikuti jejak serupa agar tidak kehilangan pangsa pasar.
Perang spesifikasi yang selama ini mendorong ke angka 16GB kini berubah menjadi perang harga. Konsumen di Indonesia bisa menantikan laptop dengan RAM 8GB, prosesor Core i5 atau Ryzen 5, dan harga di bawah Rp 10 juta dalam beberapa bulan ke depan.