SULAWESI BARAT — Keputusan pemerintah menekan harga LNG langsung direspons PGN dengan jaminan pasokan. BUMN gas ini berkomitmen menjaga keandalan suplai agar aktivitas pabrik tidak terganggu. Langkah ini menjadi angin segar bagi pelaku industri yang selama ini terbebani biaya energi tinggi.
Penurunan harga LNG diyakini akan meringankan beban operasional perusahaan-perusahaan padat energi. Sektor seperti pupuk, petrokimia, dan manufaktur menjadi yang paling merasakan dampaknya. Dengan biaya gas lebih murah, harga pokok produksi bisa ditekan sehingga produk lebih kompetitif.
PGN menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pelaku industri. Tujuannya memastikan distribusi gas berjalan lancar tanpa hambatan teknis. Perusahaan juga siap menyesuaikan volume pasokan sesuai kebutuhan masing-masing pabrik.
Untuk merealisasikan jaminan ini, PGN mengandalkan infrastruktur jaringan pipa yang terintegrasi. Perusahaan juga memanfaatkan fasilitas LNG receiving terminal yang tersebar di beberapa titik strategis. Kombinasi ini memungkinkan fleksibilitas pasokan, baik melalui pipa maupun moda transportasi lain.
PGN juga memastikan cadangan gas dalam kondisi aman. Manajemen menyebutkan volume yang tersedia cukup untuk memenuhi kontrak jangka panjang maupun permintaan mendadak. Hal ini penting mengingat konsumsi industri cenderung fluktuatif sepanjang tahun.
Kebijakan penurunan harga LNG ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong hilirisasi dan pertumbuhan ekonomi. Dengan pasokan yang andal dan harga lebih murah, sektor industri diharapkan bisa berproduksi lebih optimal. PGN sendiri berkomitmen menjadi mitra strategis bagi industri dalam mewujudkan ketahanan energi nasional.