Delegasi Indonesia di Roma Promosikan Tenun Sekomandi Sulbar ke Dubes RI, Syal Berusia 480 Tahun Jadi Cendera Mata

Penulis: Surya Dinata  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 21:48:01 WIB
Delegasi Indonesia di Roma menyerahkan syal tenun Sekomandi berusia 480 tahun kepada Dubes RI untuk Italia.

ROMA — Selembar syal tenun Sekomandi asal Kalumpang, Sulawesi Barat, menjadi jembatan diplomasi budaya Indonesia di Italia pekan lalu. Cendera mata itu diserahkan delegasi Indonesia kepada Duta Besar RI untuk Italia, Prof. Junimart Girsang, di sela final International STEAM Olympiad 2026.

Syal tersebut bukan sekadar oleh-oleh. Tenun Sekomandi dikenal sebagai salah satu warisan tenun tertua di dunia dengan usia lebih dari 480 tahun. Proses pembuatannya masih manual, mulai dari pemintalan kapas hingga pewarnaan alami dari akar dan dedaunan.

Teknik Tradisional yang Butuh Waktu Berbulan-bulan

Nurul Farasmy, yang tengah mendampingi putranya, Raffasya Hisyam W., mengikuti kompetisi di Roma, menjelaskan bahwa setiap helai tenun Sekomandi dikerjakan secara tradisional. "Pengikatan motifnya bisa memakan waktu berbulan-bulan," ujarnya di hadapan Dubes Junimart.

Ia menambahkan, seluruh proses mulai dari pemintalan kapas hingga pewarnaan menggunakan bahan alami dari akar dan dedaunan, sehingga setiap lembar kain memiliki nilai seni dan filosofi yang tinggi. "Semuanya dikerjakan secara manual sehingga setiap lembar kain memiliki nilai seni, filosofi, dan keunikan yang tinggi," kata Nurul.

Dubes RI: Saya Bangga dengan Keberagaman Budaya Indonesia

Duta Besar RI untuk Italia, Prof. Junimart Girsang, mengamati secara saksama motif dan kualitas tenun Sekomandi yang diterimanya. Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. "Kain tenunnya sangat indah. Saya juga menyukai kain tenun. Terima kasih atas hadiah yang luar biasa ini. Saya bangga dengan kekayaan budaya Indonesia yang begitu beragam," ujarnya.

Junimart juga menitipkan salam hormat kepada Gubernur Sulawesi Barat dan menyatakan kesediaannya untuk membahas program promosi daerah di Roma jika ada kesempatan berkunjung. "Apabila berkesempatan berkunjung, kita dapat bersilaturahmi sekaligus membahas berbagai program yang dapat dipromosikan di Roma, Italia," tambahnya.

Cuti Tahunan untuk Misi Promosi Daerah

Menariknya, Nurul Farasmy menjalani cuti tahunan saat melakukan promosi ini. Ia mengaku tetap ingin berkontribusi memperkenalkan Sulawesi Barat di forum internasional meski sedang tidak dalam tugas kedinasan resmi.

Menurutnya, langkah ini sejalan dengan Program Panca Daya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang mendorong penguatan ekonomi kreatif, pelestarian budaya, dan peningkatan daya saing produk lokal ke tingkat nasional maupun internasional. "Memperkenalkan tenun Sekomandi di forum internasional merupakan bagian dari upaya memperluas pengenalan budaya Sulawesi Barat sekaligus membuka peluang pasar bagi produk UMKM," pungkas Nurul.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: sorotanpena.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top