SULAWESI BARAT — Seri ke-11 Moto3 2026 di Jerman akhir pekan ini menjadi ajang pembuktian bagi Veda Ega Pratama. Meski performa di Assen dua pekan lalu berakhir mengecewakan, pembalap berusia 18 tahun itu mengaku mendapatkan kepercayaan diri dari kecepatan yang ditunjukkan sepanjang akhir pekan di Belanda.
Veda menyambut positif balapan di Sirkuit Sachsenring yang terkenal dengan tikungan kiri panjang dan layout sempit. "Saya suka Sirkuit Sachsenring. Sirkuit ini sangat teknis dan berbeda dari banyak trek lainnya, jadi ini akan menjadi tantangan yang bagus," ujarnya dalam rilis resmi Honda Team Asia.
Karakteristik trek yang unik itu diyakini Veda bisa menjadi keunggulan jika ia mampu beradaptasi cepat sejak sesi latihan pertama. Pembalap yang sudah dua kali naik podium musim ini itu saat ini duduk di peringkat ketujuh klasemen dengan 82 poin, setara dengan Hakim Danish di posisi keenam.
Zen Mitani, rekan setim Veda, masih menjalani pemulihan usai mengalami cedera di Moto3 Belanda. Veda secara khusus mendedikasikan balapan di Jerman untuk pembalap asal Jepang tersebut.
"Saya juga ingin mendedikasikan akhir pekan ini untuk Zen. Saya harap dia cepat pulih dan bisa segera kembali ke lintasan. Saya akan melakukan yang terbaik untuk mencapai hasil yang baik untuk seluruh tim," kata Veda.
Kegagalan finis di Assen menjadi motivasi tambahan bagi Veda. Ia menegaskan target utamanya adalah membangun akhir pekan yang solid sejak sesi pertama. "Target saya adalah terus meningkatkan performa, bekerja sama dengan tim sejak sesi pertama, dan membangun akhir pekan yang bagus," ucapnya.
Juara Asia Talent Cup 2023 itu juga ingin membuktikan bahwa performa di Belanda bukanlah akhir dari segalanya. Sachsenring bisa menjadi titik balik untuk kembali bersaing di barisan depan.