MAMUJU — Pemerintah Kabupaten Mamuju menggelar Manakarra Fair 2026 di Maleo Town Square (Matos) sejak Jumat (10/7/2026). Event tahunan yang sudah memasuki penyelenggaraan ke-11 ini dibuka langsung oleh Bupati Mamuju Sutinah Suhardi.
Pembukaan turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Juanda Maulana yang mewakili gubernur, Kepala Dinas Dispora, serta jajaran pemerintah daerah dan masyarakat.
Bupati Sutinah menargetkan perputaran uang selama Manakarra Fair 2026 bisa melampaui capaian tahun sebelumnya. Pada Manakarra Fair 2025, transaksi ekonomi tercatat sekitar Rp4 miliar.
“Kalau tahun lalu sekitar Rp4 miliar, mudah-mudahan tahun ini juga bisa seperti itu, bahkan lebih. Walaupun kita tahu kondisi perekonomian sekarang seperti ini,” ujar Sutinah dalam sambutannya.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Juanda Maulana juga menyampaikan harapan serupa. “Kalau tahun lalu perputaran uang efek Manakarra Fair sekitar Rp4 miliar. Tahun ini harapannya lebih,” katanya.
Tema Manakarra Fair 2026 diangkat dari sektor kuliner. Pemerintah Kabupaten Mamuju sengaja memberikan porsi lebih besar bagi pelaku UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman.
“Banyak pelaku UMKM di bidang kuliner, kita berharap mereka pendapatannya meningkat setiap hari selama Manakarra Fair berlangsung,” kata Sutinah.
Selama tiga hari pelaksanaan, event ini melibatkan ratusan pelaku usaha. Bupati berharap aktivitas ekonomi masyarakat bisa meningkat signifikan selama perhelatan berlangsung.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Mamuju menerima penghargaan dari Kementerian Pariwisata. Manakarra Fair sebelumnya berhasil meraih juara pertama dalam ajang penilaian event tingkat nasional.
Penghargaan itu menjadi pengakuan atas konsistensi penyelenggaraan Manakarra Fair sebagai agenda tahunan yang mampu menggerakkan ekonomi lokal, khususnya sektor UMKM di Mamuju.