Warga Mamuju Tengah Geger Gali Sumur di Sawah, Air Bertekanan Tinggi Sembur Bercampur Lumpur

Penulis: Rendi Kusuma  •  Senin, 13 Juli 2026 | 13:16:15 WIB
Warga Desa Polongaan, Mamuju Tengah, bersatu menutup semburan air bertekanan tinggi di sawah.

MAMUJU TENGAH — Semburan air bertekanan tinggi yang muncul saat warga menggali sumur di sawah membuat geger warga Desa Polongaan, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar). Peristiwa itu terjadi pada Minggu (12/7) saat sejumlah warga melakukan pengeboran untuk mencari sumber mata air di tengah musim kemarau.

"BPBD menerima laporan kejadian semburan air bertekanan tinggi dari bawah tanah," ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Mateng, Hamka dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).

Aksi Warga Tutup Semburan dengan Batu

Air bercampur lumpur terus menyembur deras dari lubang bor, membuat warga panik. Mereka kemudian bergotong royong menutupi sumber semburan menggunakan batu berukuran besar yang ada di sekitar lokasi. Upaya itu akhirnya membuat semburan berangsur surut.

"(Kondisi terkini) semburan air berangsur surut setelah warga terpaksa berbondong-bondong menutupi sumber semburan dengan menggunakan batu di sekitar lokasi," terang Hamka.

Dari video yang beredar, terlihat semburan lumpur bercampur air keluar dengan cepat dari lubang di area persawahan yang kering. Sejumlah warga tampak menjauh dari lokasi untuk menghindari risiko. Di video lainnya, semburan berhenti setelah lubang tertutup batu besar.

BPBD Masih Kumpulkan Data, Imbau Warga Jauhi Lokasi

Hingga kini, penyebab pasti munculnya semburan lumpur tersebut belum diketahui. BPBD Mateng terus melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan pengumpulan data (puldata) di lokasi kejadian.

"Serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui penyebab kejadian dan mengantisipasi kemungkinan dampak yang dapat ditimbulkan," sambung Hamka.

Pihak BPBD mengimbau warga agar tidak mendekati lokasi semburan hingga ada informasi resmi dan rekomendasi dari instansi yang berwenang. Langkah ini diambil demi menjaga keselamatan warga dari potensi bahaya yang belum diketahui.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top