Turis Asing di China Makin Pilih Pengalaman Lokal, dari Bikin Terakota Sampai Minum Teh

Penulis: Qodri Anwar  •  Selasa, 01 September 2026 | 16:51:31 WIB
Turis mancanegara mengikuti proses pembuatan replika Pasukan Terakota di sebuah bengkel kerja dekat Museum Situs Mausoleum Kaisar Qinshihuang, Xi'an, China.

SULAWESI BARAT — Turis mancanegara yang berkunjung ke China kini tidak hanya puas melihat kemegahan Pasukan Terakota di Xi'an. Mereka ingin terlibat langsung dalam proses pembuatannya. Di sebuah bengkel kerja dekat Museum Situs Mausoleum Kaisar Qinshihuang, pengunjung diajak menguleni tanah liat, menekannya ke dalam cetakan, dan mengeluarkan patung replika dengan hati-hati saat bentuknya mulai terlihat.

Dari Sekadar Foto Jadi Pengalaman Nyata

Pergeseran minat ini terlihat jelas dari kebiasaan wisatawan yang datang ke Provinsi Shaanxi. Rencana perjalanan standar biasanya mencakup Pasukan Terakota, Tembok Kota Xi'an, dan Pagoda Angsa Liar Raksasa. Namun kini, aktivitas membuat kerajinan tangan justru menjadi daya tarik utama yang paling membekas.

"Saya tidak hanya melihat langsung kemegahan pasukan terakota, tetapi juga berkesempatan untuk menjajal (proses pembuatan) kerajinan tangan," ujar Leonie, turis asal Jerman yang tiba di Shaanxi pada musim panas tahun ini, sebagaimana diwartakan Xinhua, Selasa (1/9/2026).

Membuat Replika Terakota bersama Pengrajin Lokal

Bengkel kerja di dekat Museum Situs Mausoleum Kaisar Qinshihuang menjadi salah satu tujuan favorit. Sepanjang 2026, tempat ini telah menerima lebih dari 2.000 wisatawan mancanegara. Prosesnya sederhana tapi memberi pengalaman langsung: menguleni tanah liat, mencetak, lalu mengeluarkan patung kuno versi mini untuk dibawa pulang.

Suasana di bengkel ini cukup interaktif. Pengrajin lokal mendampingi setiap pengunjung, menjelaskan teknik yang dipakai sejak ribuan tahun lalu. Aktivitas ini cocok untuk keluarga maupun pelancong solo yang ingin memahami warisan budaya China dari sisi yang berbeda.

Teh Sore Bersama Warga Lokal

Selain kerajinan tangan, pengalaman minum teh gaya gongfu juga mulai diminati wisatawan asing. Pada awal Agustus 2026, sekelompok turis mancanegara mengikuti demonstrasi yang menggabungkan gerakan seni bela diri kungfu ke dalam pertunjukan menggunakan teko bercorong panjang. Adegan ini mengundang gelak tawa dan tepuk tangan penonton.

Parley Brooker, siswa sekolah menengah atas asal Amerika Serikat (AS), mengaku sempat salah mengira corong panjang teko sebagai gagang tongkat. "Awalnya saya terkejut," ujarnya sambil tertawa. Setelah memahami cara kerjanya, dia terpesona bagaimana minum teh bisa menyatukan banyak orang. "Anda dapat mencobanya bersama teman-teman," katanya. Dia bahkan mempertimbangkan membeli satu teko untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

China Makin Mudah Dikunjungi

Pengalaman semacam itu kian mudah dilakukan seiring semakin terbukanya China bagi wisatawan mancanegara. Kombinasi atraksi bersejarah dan aktivitas yang melibatkan warga lokal menjadi nilai jual utama destinasi ini. Bagi traveler Indonesia yang berencana liburan ke Xi'an, kombinasi keduanya bisa disusun dalam satu hari: pagi mengunjungi situs terakota, siang ikut workshop, dan sore menikmati teh bersama warga setempat.

Untuk informasi tiket masuk, jam operasional bengkel kerja, dan jadwal pertunjukan teh terbaru, wisatawan disarankan menghubungi Dinas Pariwisata Provinsi Shaanxi sebelum keberangkatan. Pasalnya, kuota peserta workshop dan demonstrasi teh kerap terbatas pada musim ramai.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top