KABUPATEN MAMUJU TENGAH — Kebakaran lahan yang sempat mengancam permukiman warga di pesisir Dusun Lamba Lamba, Desa Lamba Lamba, Kecamatan Pangale, akhirnya dapat dikendalikan. Kobaran api dipadamkan sekitar pukul 17.10 WITA setelah berlangsung lebih dari tiga jam, dengan situasi di lokasi kejadian dinyatakan aman dan terkendali.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, api muncul dari area pesisir pantai lalu menyebar dengan cepat menuju pekarangan rumah warga. Kondisi lahan yang kering disertai hembusan angin kencang dari arah pantai menjadi pemicu utama meluasnya jilatan api.
Informasi mengenai kejadian ini pertama kali diterima dari sejumlah saksi yang berada di sekitar titik api. Personel Polsek Pangale yang langsung meluncur ke lokasi tak bekerja sendirian. Mereka berkoordinasi dengan petugas Pemadam Kebakaran yang tiba sekitar pukul 14.10 WITA dengan membawa satu unit mesin air.
Jalan menuju lokasi kejadian yang sempit dan tidak memadai membuat mobil pemadam kebakaran tak bisa masuk hingga ke titik api. Proses pemadaman pun dilakukan secara manual menggunakan mesin air portabel yang melibatkan puluhan warga dan personel kepolisian.
Kebakaran kali ini menghanguskan lahan kosong di kawasan pesisir serta pekarangan yang ditumbuhi tanaman dan rumput liar. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektare lebih.
Salah satu lahan yang ikut terdampak diketahui milik Yusuf (59), seorang warga Dusun Lamba Lamba. Kendati demikian, belum ada laporan resmi mengenai kerugian material yang signifikan atas peristiwa tersebut.
Penyebab pasti api masih dalam tahap pendalaman oleh petugas. Dugaan sementara, api berasal dari aktivitas di sekitar pesisir pantai yang kemudian menjalar ke area pekarangan warga akibat kondisi lahan kering dan angin kencang.
Petugas masih mengumpulkan keterangan dari para saksi serta melakukan pemeriksaan menyeluruh di lokasi kejadian untuk memastikan titik awal munculnya api.
Kapolres Mamuju Tengah AKBP Ari Prayitno, S.I.K., M.I.K. melalui Kepala Satuan Samapta Polres Mamuju Tengah menyampaikan apresiasi atas kerja cepat seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, sinergi di lapangan menjadi kunci utama mencegah api meluas ke pemukiman warga.
“Respons cepat dan kerja sama di lapangan sangat penting dalam menghadapi kebakaran lahan. Kami mengapresiasi seluruh personel dan masyarakat yang bersama-sama melakukan pemadaman. Ke depan, kewaspadaan harus terus ditingkatkan, khususnya saat kondisi lahan kering dan angin cukup kencang,” ujarnya.
Polres Mamuju Tengah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah atau lahan secara sembarangan. Warga juga diminta segera melapor bila menemukan titik api agar penanganan bisa dilakukan lebih dini sebelum merambah ke kawasan yang lebih luas.