SULAWESI BARAT — Setiap ibu pasti ingin memberikan yang terbaik untuk si kecil, termasuk dalam memilih susu formula. Namun di tengah banyaknya pilihan produk, apakah Bunda pernah bertanya-tanya dari mana sumber susu tersebut berasal dan bagaimana cara menjaganya tetap berkualitas hingga sampai di tangan kita?
Sebuah kampanye bertajuk #CekTransparansiAceKid baru-baru ini mengajak lebih dari 30 orang tua Indonesia untuk melihat langsung ekosistem produksi susu formula, dari peternakan hingga pabrik.
Para peserta diajak menyusuri Ace Fresh Journey ke Qiqihar untuk melihat peternakan, proses pemerahan, hingga pengumpulan susu segar. Perjalanan kemudian berlanjut ke Smart Factory di Harbin, China, untuk memantau proses manufaktur dan pengendalian kualitas.
Lucky Zheng, Marketing Director FEIHE AceKid Indonesia, menegaskan bahwa keterbukaan proses menjadi kunci kepercayaan orang tua.
"Kami percaya orang tua perlu mengetahui bukan hanya informasi nutrisi pada kemasan, tetapi juga dari mana sumber susu berasal dan bagaimana kualitasnya dijaga," ujar Lucky dalam keterangan persnya, Rabu 2 September 2026.
Denny Sumargo yang turut hadir sebagai Brand Ambassador AceKid mengaku baru memahami pentingnya aspek ini setelah mengikuti kunjungan langsung. Menurutnya, selama ini orang tua lebih sering terpaku pada klaim yang tertulis di bagian depan kemasan.
"Setelah melihat langsung peternakan sampai proses produksinya, saya baru memahami bahwa dari mana sumber susu berasal dan bagaimana kualitasnya dijaga ternyata sama pentingnya," ungkap mantan pebasket tersebut.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa memilih susu formula seharusnya tak berhenti pada perbandingan tabel nutrisi di situs belanja online. Ada cerita panjang di balik setiap sendok susu yang Bunda siapkan, mulai dari kesehatan sapi perah, kebersihan proses pemerahan, hingga teknologi pengolahan yang mempertahankan zat gizi.
Dengan memahami alur produksi yang transparan, orang tua bisa lebih percaya diri dalam menentukan pilihan. Kekhawatiran tentang keamanan dan kualitas susu formula yang selama ini hanya berdasarkan informasi searah dari iklan, bisa dijawab dengan bukti nyata.
Keterbukaan seperti ini juga membangun standar baru di industri. Produsen yang berani menunjukkan proses produksinya secara terbuka memberi sinyal bahwa mereka tidak hanya mengandalkan klaim pemasaran, tetapi juga siap bertanggung jawab atas mutu setiap produk yang beredar.
Pada akhirnya, keputusan memberikan susu formula terbaik untuk anak tetap berada di tangan orang tua. Tapi kini, Bunda tidak perlu lagi menerka-nerka — cukup pastikan produk yang dipilih mampu membuktikan kualitasnya dari hulu hingga hilir, bukan sekadar tampil meyakinkan di rak toko.