SULAWESI BARAT — Senator Elissa Slotkin dan Bernie Moreno mendorong Senat AS mengesahkan larangan permanen mobil China, tepat saat penjualan merek Tiongkok melonjak di Eropa. BYD mencatat 26.007 unit registrasi di Eropa pada Agustus, lebih dari dua kali lipat dibanding periode sama tahun lalu, sementara Volkswagen dan Renault justru turun.
Langkah dua senator dari Partai Demokrat dan Republik itu diambil saat Presiden Donald Trump bertemu Presiden China Xi Jinping. Versi RUU di DPR sudah mengantongi lebih dari 100 pendukung, dan para pendukungnya berharap bisa lolos tahun ini juga.
Slotkin dan Moreno menargetkan persetujuan bulat Senat untuk RUU tersebut pekan ini. "Entah Anda Demokrat atau Republik, tidak ada yang mau mobil China masuk Amerika," kata Slotkin dalam konferensi pers di Capitol Hill, seperti dikutip Reuters.
Sejumlah senator dari Partai Republik sudah menyampaikan keberatan, menurut seorang ajudan kongres yang berbicara kepada Reuters. Belum jelas apakah mereka akan menolak RUU itu. Pemberitahuan yang dikirim ke kantor senator Demokrat menyebut Moreno berencana meminta persetujuan bulat pekan ini.
Data Asosiasi Produsen Mobil Eropa menunjukkan merek-merek Tiongkok memang sedang menancapkan kuku di pasar Benua Biru. BYD memimpin dengan 26.007 unit registrasi di Uni Eropa, Inggris, Islandia, Liechtenstein, Norwegia, dan Swiss pada Agustus.
Pertumbuhan itu tidak hanya milik BYD. SAIC mencatat 21.214 unit atau naik 32 persen, sedangkan Leapmotor melesat tiga kali lipat menjadi 7.630 kendaraan.
Angka-angka ini muncul di bulan yang biasanya lesu karena banyak diler tutup untuk liburan musim panas. Secara keseluruhan, registrasi mobil penumpang di Eropa naik 5,3 persen, di Uni Eropa 4,5 persen, Jerman 2,6 persen, Prancis 7,4 persen, dan Italia 3,2 persen.
Di sisi lain, raksasa Eropa harus menelan pil pahit. Volkswagen mencatat 201.818 unit atau turun 3,6 persen, sementara Renault turun 4,4 persen menjadi 71.906 registrasi. Secara volume absolut, keduanya masih jauh di atas merek Tiongkok.
Namun arah anginnya jelas berbeda. Volkswagen pekan lalu memangkas target profitabilitas tahunan setelah mencatat beban penurunan nilai sekitar 11,5 miliar dolar AS terkait kepemilikan saham di Porsche AG, kondisi perdagangan yang berat, dan upaya restrukturisasi.
Dewan pengawas Volkswagen juga sudah menyetujui rencana menggandakan pemutusan hubungan kerja menjadi 100.000 orang. Porsche AG menyusul dengan pemangkasan 5.000 karyawan pada akhir Juli, terhantam anjloknya penjualan di China, tarif AS, dan taruhan terlalu dini pada kendaraan listrik.
Awal bulan ini Trump mengatakan kepada Fox News bahwa ia akan menerima perusahaan mobil China yang membangun pabrik di Amerika Serikat. Pernyataan itu memicu kekhawatiran di kalangan produsen otomotif lokal.
Slotkin menilai langkah tersebut akan menandai awal dari sesuatu yang berbahaya bagi industri dalam negeri. China sendiri sudah menyatakan penolakan keras terhadap larangan kendaraan AS dan upaya menjadikannya permanen.
RUU ini menjadi ujian bagi arah kebijakan perdagangan Washington. Di satu sisi, Trump membuka peluang investasi China di tanah AS. Di sisi lain, Kongres justru bergerak ke arah sebaliknya dengan larangan permanen.
Tekanan kompetisi juga memaksa Mercedes-Benz merestrukturisasi operasinya di Jerman. Pabrikan berlogo bintang tiga itu berencana memangkas biaya tenaga kerja lebih dari 900 juta dolar AS.
Langkah ini menyusul gelombang efisiensi yang melanda hampir seluruh produsen Eropa. Tarif AS, biaya manufaktur yang naik, dan gempuran merek Tiongkok menjadi tiga faktor utama yang disebut berulang kali oleh para eksekutif.
Di tengah gejolak Eropa, Honda justru memperkuat basis produksinya di Amerika Serikat. Pabrikan Jepang itu menargetkan pembangunan fasilitas perakitan senilai 2,5 miliar dolar AS di Ohio.
Investasi Honda ini menjadi sinyal bahwa produsen non-China masih melihat pasar AS sebagai benteng yang layak dipertahankan. Terlebih jika larangan mobil China benar-benar disahkan, ruang pasar akan semakin terbuka bagi pemain yang sudah punya pabrik di sana.
Pertanyaannya sekarang, apakah Senat akan mengebut RUU larangan itu sebelum Trump dan Xi menyelesaikan pembicaraan mereka. Semua mata di industri otomotif global tertuju ke Capitol Hill pekan ini.