SULAWESI BARAT — Microsoft menyertakan aplikasi bawaan untuk hampir semua kebutuhan di Windows, tetapi sejumlah pengguna memilih menggantinya dengan alternatif open source. Langkah ini dilakukan karena versi alternatif dinilai lebih ringan, memberi kontrol lebih besar, dan menghormati preferensi pengguna. Beberapa di antaranya bahkan menawarkan fitur yang belum dimiliki aplikasi bawaan Microsoft.
Windows hadir dengan aplikasi untuk hampir segala keperluan, mulai dari browser, pemutar media, hingga pengolah gambar. Namun, aplikasi bawaan itu tidak selalu menjadi pilihan terbaik bagi setiap orang. Sejumlah pengguna memutuskan menggantinya dengan perangkat lunak open source yang dinilai lebih ringan dan fleksibel.
Pergantian ini bukan sekadar soal selera. Aplikasi open source umumnya bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan, tidak memaksa pengguna masuk ke ekosistem tertentu, dan sering kali lebih hemat sumber daya sistem. Berikut sejumlah kategori aplikasi bawaan Windows yang paling sering digantikan.
Microsoft Edge menjadi browser default di Windows 10 dan 11. Pengguna yang ingin melepas ketergantungan pada ekosistem Microsoft biasanya beralih ke Firefox atau varian Chromium open source. Firefox dikembangkan Mozilla dengan mesin Gecko yang independen dari Chromium, sehingga memberi keragaman mesin render di pasar browser.
Aplikasi Groove Music dan Films & TV bawaan Windows sering dianggap terbatas dalam format yang didukung. Alternatif open source seperti VLC dan MPC-HC menawarkan dukungan codec jauh lebih luas tanpa perlu memasang paket tambahan. VLC, yang dikembangkan VideoLAN, juga tersedia lintas platform termasuk Linux dan macOS.
Paint dan aplikasi Photos bawaan Windows cocok untuk kebutuhan dasar. Untuk penyuntingan lebih serius, GIMP menjadi alternatif open source yang paling sering dipilih. Perangkat lunak ini mendukung layer, mask, dan berbagai format file profesional. Ada pula Krita yang lebih diarahkan untuk ilustrasi digital dan melukis.
Paket Microsoft 365 menuntut langganan bulanan atau tahunan. LibreOffice menawarkan fungsi serupa tanpa biaya, mencakup pengolah kata, spreadsheet, dan presentasi. Format dokumen yang dihasilkan juga kompatibel dengan format Microsoft, sehingga pertukaran file umumnya berjalan lancar.
Windows memiliki kemampuan membuka file ZIP secara native, tetapi dukungan format lain terbatas. 7-Zip menangani berbagai format kompresi populer seperti 7z, RAR, TAR, dan GZ. Ukuran file instalasinya kecil dan proses kompresinya dikenal efisien.
Notepad bawaan Windows cukup untuk mencatat singkat. Notepad++ menambahkan fitur yang tidak dimiliki Notepad, seperti tab, pencarian lanjutan, sintaks berwarna untuk berbagai bahasa pemrograman, dan dukungan plugin. Aplikasi ini banyak dipakai kalangan pengembang dan penulis teknis.
Aplikasi Mail bawaan Windows terintegrasi dengan akun Microsoft, tetapi kurang fleksibel untuk banyak akun sekaligus. Thunderbird dari Mozilla mendukung berbagai protokol email seperti IMAP dan POP3, dilengkapi kalender serta manajemen kontak dalam satu aplikasi.
Alasan utama perpindahan ini berkisar pada tiga hal: ukuran aplikasi yang lebih kecil, kontrol penuh atas data dan pengaturan, serta kebebasan dari langganan. Aplikasi open source umumnya dapat digunakan tanpa batas waktu dan tanpa biaya lisensi.
Faktor lain adalah privasi. Sejumlah aplikasi bawaan Windows terhubung ke layanan cloud Microsoft secara default. Alternatif open source sering kali menyimpan data secara lokal dan membuka kode sumbernya untuk diperiksa publik.
Pengguna yang ingin mencoba alternatif open source sebaiknya memasangnya berdampingan dengan aplikasi bawaan terlebih dahulu. Cara ini memungkinkan perbandingan langsung sebelum menghapus aplikasi lama. Beberapa aplikasi open source juga memerlukan penyesuaian awal, misalnya pengaturan format file default atau integrasi dengan menu klik kanan di File Explorer.
Bagi pengguna di Indonesia, sebagian besar aplikasi ini tersedia gratis dan bisa diunduh langsung dari situs resmi masing-masing proyek. Tidak ada persyaratan langganan atau akun khusus untuk menggunakannya.
Pilihan untuk mengganti aplikasi bawaan Windows bergantung pada kebutuhan masing-masing. Pengguna yang mengutamakan kesederhanaan mungkin tetap nyaman dengan bawaan sistem. Namun, bagi yang ingin kontrol lebih besar, hemat sumber daya, dan bebas dari biaya langganan, alternatif open source layak dipertimbangkan.