MAMUJU — Kepala DKPPKB Sulbar dr. Nursyamsi Rahim menyatakan pihaknya membuka ruang bagi tim Disdukcapil Sulbar untuk menjangkau seluruh pegawai di instansinya. Aktivasi IKD menyasar pegawai negeri sipil maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di lingkungan DKPPKB Sulbar.
Menurut Nursyamsi, keterlibatan perangkat daerah menjadi bagian penting dalam mendorong penerapan layanan digital di lingkungan pemerintahan. Ia berharap ASN tidak berhenti sebagai pengguna layanan, tetapi juga menyebarluaskan informasi soal manfaat identitas kependudukan digital kepada masyarakat.
IKD merupakan identitas kependudukan berbasis aplikasi digital yang dikembangkan untuk memudahkan akses layanan administrasi kependudukan. Pemanfaatannya diharapkan membuat pelayanan publik lebih efektif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Langkah Disdukcapil Sulbar menyasar ASN lebih dulu sebelum menyentuh masyarakat luas. Alasannya, ASN dinilai bisa menjadi perpanjangan informasi soal cara aktivasi dan penggunaan aplikasi tersebut di lapangan.
Nursyamsi menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah Disdukcapil Sulbar dalam memperluas pemanfaatan IKD. Dukungan itu diwujudkan lewat fasilitasi pelaksanaan sosialisasi dan aktivasi di kantornya.
"Kami memberikan dukungan penuh dan memfasilitasi pelaksanaan sosialisasi serta aktivasi IKD bagi jajaran ASN DKPPKB Sulbar," ujar Nursyamsi.
Ia berharap seluruh ASN di lingkungan DKPPKB Sulbar mengikuti proses aktivasi dan memanfaatkan aplikasi IKD sesuai ketentuan yang berlaku. Harapan serupa ditujukan kepada PPPK yang bertugas di instansi tersebut.
Kegiatan ini disebut sejalan dengan arah Panca Daya pembangunan Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka. Salah satu fokusnya adalah tata kelola pemerintahan yang efektif dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Kolaborasi antarperangkat daerah menjadi kunci agar percepatan transformasi digital tidak berhenti di kalangan ASN. Manfaatnya diharapkan sampai ke masyarakat luas yang membutuhkan layanan administrasi kependudukan lebih cepat.