MAMUJU — Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2KL) DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Muh. Ihwan, hadir langsung dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan pemerintah provinsi terhadap penguatan koordinasi pelayanan HIV. Kehadiran fasilitas pelayanan kesehatan dari berbagai jenis menunjukkan bahwa penanggulangan HIV tidak lagi hanya bertumpu pada satu institusi.
Kabupaten Mamuju menjalankan kegiatan ini sebagai pilot project. Artinya, pola kemitraan yang diuji di Mamuju akan menjadi acuan penerapan di kabupaten lain di Sulawesi Barat.
Apa Itu Kemitraan PPCP dan Mengapa Dipilih?
PPCP adalah skema kemitraan berbasis kabupaten yang menggabungkan pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, sektor swasta, dan komunitas dalam satu koordinasi. Skema ini dirancang agar penemuan kasus, pengobatan, dan pendampingan ODHIV berjalan lebih terarah.
Selama ini, layanan HIV sering tersebar di banyak pintu dengan koordinasi yang tidak selalu rapat. PPCP mencoba merapikan alur itu, dari pemeriksaan awal hingga pasien tetap menjalani terapi.
OJT Layani Kebutuhan Tenaga di Lapangan
Kegiatan di Mamuju dirangkaikan dengan OJT layanan HIV, yaitu pembelajaran langsung di lapangan bagi tenaga dan penyedia layanan. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terjun menangani alur layanan yang sesungguhnya.
Pendekatan ini dipilih agar peningkatan akses layanan berjalan seiring dengan penguatan kualitas pelayanan dan kesinambungan pengobatan. Tenaga kesehatan di rumah sakit, puskesmas, rutan, klinik, hingga praktik mandiri mendapat pengalaman langsung menangani kebutuhan ODHIV.
Fokus Penguatan: Pemeriksaan, ARV, dan Pendampingan
Ada empat titik yang menjadi fokus penguatan dalam kegiatan ini. Pertama, peningkatan pemeriksaan HIV untuk menjangkau lebih banyak orang yang belum mengetahui statusnya. Kedua, penemuan kasus agar orang yang membutuhkan layanan segera terhubung dengan penanganan.
Ketiga, akses terhadap terapi antiretroviral (ARV) sebagai bagian dari pengobatan berkelanjutan. Keempat, keberlanjutan layanan bagi ODHIV, termasuk pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing.
Empat fokus tersebut saling terkait. Pemeriksaan tanpa jaminan akses ARV tidak akan banyak membantu. Sebaliknya, pengobatan tanpa pendampingan berisiko membuat pasien berhenti di tengah jalan.
Mendorong Target 95-95-95 Menuju Ending AIDS 2030
Sinergi PPCP dan OJT menjadi salah satu langkah mendukung percepatan target global 95-95-95 menuju Ending AIDS 2030. Target itu menuntut 95 persen ODHIV mengetahui statusnya, 95 persen yang tahu status menjalani pengobatan, dan 95 persen yang diobati mencapai supresi virus.
Pencapaian target tersebut membutuhkan kerja bersama, mulai dari perluasan pemeriksaan, peningkatan akses pengobatan, hingga dukungan agar pasien tetap menjalani terapi. Tidak ada satu pihak yang bisa menanggung seluruh beban ini sendirian.
Dukungan Pemprov Sulbar di Bawah Suhardi Duka
Penguatan kolaborasi ini sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Melalui kemitraan yang berkelanjutan, penanggulangan HIV diharapkan tidak hanya bertumpu pada fasilitas kesehatan. Sektor swasta dan komunitas diposisikan sebagai bagian penting dari upaya menghadirkan layanan yang lebih mudah diakses, berkualitas, dan berkesinambungan bagi masyarakat.