Investasi KEK Capai Rp46 Triliun hingga September 2026, 67% dari Target

Penulis: Qodri Anwar  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:51:01 WIB
Realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus mencapai Rp46 triliun pada Januari-September 2026 atau 67 persen dari target tahun ini.

SULAWESI BARAT — Realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencapai Rp46 triliun sepanjang Januari-September 2026, dengan penyerapan tenaga kerja 53.190 orang. Capaian itu setara 67 persen dari target investasi KEK tahun ini sebesar Rp69,1 triliun. Pemerintah menilai KEK tetap menjadi instrumen strategis untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan hal itu dalam keterangannya di Jakarta, Kamis. Menurut dia, pengembangan KEK perlu terus diperkuat lewat investasi nyata, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan produktivitas kawasan.

“KEK adalah instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen melalui investasi nyata, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan produktivitas kawasan,” ujar Airlangga.

Realisasi Kumulatif KEK Tembus Rp382,1 Triliun

Secara kumulatif, realisasi investasi di KEK hingga 30 September 2026 mencapai Rp382,1 triliun. Kawasan-kawasan itu telah menyerap 302.262 tenaga kerja sejak awal pengembangan.

Dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, periode triwulan IV 2024 hingga triwulan III 2026, realisasi investasi nasional tercatat Rp3.932 triliun. Angka itu disertai penyerapan tenaga kerja sekitar 5,4 juta orang.

Enam Sektor Jadi Fokus Pengembangan

Airlangga menilai KEK masih punya ruang besar untuk dikembangkan. Penguatan diarahkan pada sektor unggulan, peningkatan kualitas layanan, dan perluasan kapasitas usaha agar kontribusi investasi ke perekonomian makin besar.

Sejumlah sektor yang menjadi fokus antara lain:

  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Industri
  • Digital dan teknologi
  • Sumber daya manusia

KEK Kesehatan untuk Tekan Aliran Devisa

Di sektor kesehatan, pengembangan KEK diharapkan mengurangi aliran devisa ke luar negeri. Caranya melalui penyediaan layanan kesehatan berstandar internasional di dalam negeri.

“Dan ini yang bisa kita substitusi dengan KEK-KEK yang ada,” ujar Airlangga.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menambahkan, KEK kesehatan berpotensi mendorong investasi di industri alat kesehatan dan farmasi. Kawasan itu juga memperkuat transfer pengetahuan dari dokter asing ke tenaga medis Indonesia.

Pariwisata dan Industri Ikut Didorong

Pada sektor pariwisata, pengembangan kawasan diarahkan lewat kolaborasi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penyelenggaraan acara, promosi, serta wisata kebugaran dan wisata bahari. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan kesiapan kementeriannya berkolaborasi mengembangkan enam KEK pariwisata.

Untuk sektor industri, ekspansi kawasan diharapkan memperbesar kapasitas investasi dan daya saing. Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menekankan pentingnya penguatan standar layanan dan fasilitas agar KEK menjadi tolok ukur bagi kawasan industri lain.

Tenaga Kerja Jadi Kunci

Penguatan kawasan juga perlu diimbangi kesiapan tenaga kerja. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mendorong KEK menjadi talent engine yang mengintegrasikan kebutuhan industri dengan pendidikan, pelatihan vokasi, dan program magang.

Dengan pengembangan sektor unggulan dan peningkatan kualitas SDM, KEK diharapkan memperbesar realisasi investasi sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja di berbagai wilayah Indonesia.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top