SULAWESI BARAT — Bukit Selong di Desa Sembalun Lawang, Kabupaten Lombok Timur, menawarkan panorama persawahan berpetak warna-warni yang dikenal sebagai mozaic field dengan latar Gunung Rinjani. Tiket masuk wisatawan lokal Rp 3.000–10.000 per orang, sementara wisatawan mancanegara Rp 15.000. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari, pukul 06.00–08.00 WITA, saat kabut tipis masih menyelimuti lembah.
Berada di ketinggian 1.200 hingga 1.800 meter di atas permukaan laut, Bukit Selong menjadi alternatif bagi pelancong yang ingin menikmati lanskap Rinjani tanpa harus mendaki berat. Dari puncak bukit, hamparan ladang rapi membentang bagai permadani alam, berpadu dengan pemukiman warga, kemegahan Gunung Rinjani di satu sisi, dan dinding Bukit Pergasingan di sisi lain.
Daya Tarik Utama: Mozaic Field dan Kabut Pagi
Persawahan berpetak-petak di bawah bukit menjadi daya tarik paling khas. Petak-petak itu tersusun seperti mozaik, berubah warna mengikuti musim tanam. Pada pagi hari, kabut tipis melayang di atas sawah dengan suhu udara pegunungan berkisar 15°C hingga 25°C.
Pengelola menyediakan sejumlah spot foto, mulai dari panggung kayu merah berbentuk bintang berujung enam, gardu pandang, ayunan, hingga tempat duduk untuk bersantai menikmati panorama.
Jejak Sejarah di Desa Beleq
Di kaki bukit berdiri Dusun Beleq, permukiman adat tertua masyarakat Sasak Sembalun. Permukiman ini dibangun oleh tujuh kepala keluarga setelah letusan dahsyat Gunung Samalas pada 1257.
Hingga kini, tujuh rumah adat tradisional masih dilestarikan. Atapnya dari ilalang atau jerami, dinding anyaman bambu, dan lantai tanah berlapis kotoran sapi untuk menghalau serangga sekaligus menjaga kekokohan bangunan. Pintunya sengaja dibuat rendah agar setiap orang menundukkan kepala saat masuk, simbol kesantunan dan penghormatan terhadap budaya lokal.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan
- Menikmati matahari terbit dan kabut pagi dari puncak bukit
- Berfoto di panggung kayu berbentuk bintang, gardu pandang, dan ayunan
- Menjelajah Desa Beleq dan melihat langsung rumah adat Sasak
- Berkemah di lahan yang disediakan pengelola
- Mencicipi kuliner dari warung makan dan kedai kopi di area wisata
Cara Menuju Lokasi
Bukit Selong berjarak sekitar 63,7 km hingga 84 km dari pusat Kota Mataram, kawasan Senggigi, maupun Mandalika. Waktu tempuh dengan kendaraan darat berkisar 1,5 hingga 3 jam, tergantung titik keberangkatan.
Dari area parkir, pengunjung berjalan kaki menaiki anak tangga setapak dengan pegangan bambu selama 5 hingga 15 menit untuk sampai ke puncak.
Tiket Masuk dan Fasilitas
Tarif masuk untuk wisatawan lokal berkisar Rp 3.000 hingga Rp 10.000 per orang, sedangkan wisatawan mancanegara Rp 15.000. Parkir sepeda motor dikenakan Rp 2.000–5.000 dan mobil Rp 5.000–10.000.
Fasilitas di lokasi mencakup toilet umum, area parkir, warung makan dan kopi, serta lahan berkemah. Pengelolaannya melibatkan pemuda Karang Taruna bersama Pokdarwis dan BUMDes setempat.
Tips Berkunjung
Datanglah sebelum pukul 06.00 WITA agar tidak melewatkan momen kabut tipis di atas sawah. Bawa jaket karena suhu pagi bisa turun hingga 15°C, serta alas kaki yang nyaman untuk menaiki anak tangga.
Saat masuk ke rumah adat Desa Beleq, biasakan menundukkan kepala sesuai adat setempat dan hindari menyentuh benda pusaka tanpa izin. Untuk informasi tarif terbaru, konfirmasi ke dinas pariwisata Lombok Timur atau pengelola setempat.
Dengan tiket merakyat, jalur yang ramah kaki, dan latar Rinjani yang megah, Bukit Selong cocok masuk daftar perjalanan wisata Anda di Nusa Tenggara Barat. Sisihkan waktu 2–3 jam untuk menikmati bukit dan Desa Beleq dalam sekali kunjungan.