DKPPKB Sulbar Edukasi Warga soal Bahaya Asap Karhutla lewat Dialog TVRI Mamuju

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:16:02 WIB
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKPPKB Sulbar, dr. Muh Ihwan, menjadi narasumber utama dalam dialog edukasi bahaya asap karhutla di TVRI Mamuju.

MAMUJU — Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Kesehatan Lingkungan DKPPKB Sulbar, dr. Muh Ihwan, tampil sebagai narasumber utama dalam dialog tersebut. Ia didampingi Ayu Indrawati, ahli muda prakirawan cuaca dari Stasiun Meteorologi Tampa Padang, dengan Imelda Adhiyanti sebagai presenter.

Keterlibatan DKPPKB Sulbar dalam forum itu menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi publik soal hubungan antara kualitas udara dan risiko kesehatan. Fokusnya terutama saat masyarakat menghadapi paparan asap karhutla.

Partikel Halus Jadi Ancaman Utama Saluran Pernapasan

Asap karhutla membawa partikel halus dan zat pencemar yang mengganggu saluran pernapasan. Paparan asap berpotensi memicu batuk, iritasi mata dan tenggorokan, serta memperburuk kondisi orang dengan penyakit pernapasan maupun jantung.

Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga dengan riwayat asma atau penyakit paru dan jantung perlu perhatian lebih. Kelompok ini paling rentan mengalami gejala berat ketika kualitas udara memburuk.

Masyarakat diminta memantau informasi kualitas udara secara berkala. Ketika kondisi udara memburuk, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi.

Langkah Perlindungan Sederhana yang Bisa Dilakukan Warga

DKPPKB Sulbar mendorong warga mengambil langkah perlindungan sederhana. Mengurangi paparan asap menjadi yang paling utama, terutama bagi kelompok rentan.

  • Gunakan masker yang sesuai saat harus beraktivitas di luar ruangan.
  • Tutup jendela ketika asap masuk ke dalam rumah.
  • Segera cari pertolongan medis jika mengalami sesak napas atau gejala yang memburuk.
  • Pantau informasi kualitas udara dari sumber resmi.

Edukasi kesehatan lewat media penyiaran dinilai efektif menjangkau masyarakat luas. Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan pentingnya informasi kesehatan yang mudah dipahami warga.

Menurutnya, penyebaran informasi melalui media penyiaran menjadi salah satu sarana meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko kesehatan. Cara itu juga mendorong perilaku pencegahan di tingkat keluarga.

Kenali Tanda Bahaya dan Kapan Harus ke Fasilitas Kesehatan

Informasi yang tepat membantu warga mengenali tanda bahaya dan mengetahui kapan harus mengakses pelayanan kesehatan. Kolaborasi DKPPKB Sulbar dan TVRI Sulawesi Barat diharapkan memperjelas pemahaman itu.

Upaya ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Program ini juga mendukung visi pembangunan "Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera".

DKPPKB Sulbar mengajak masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Melindungi kesehatan dari dampak asap bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga membutuhkan kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: beritanasional.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top