MAMUJU — Sebanyak 55.620 warga Sulawesi Barat yang masuk kategori 3B—ibu hamil, ibu menyusui, dan balita—kini telah menerima intervensi gizi melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Data ini disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat, Wahidah Paheng, dalam dialog interaktif di RRI Mamuju, Rabu (24/6).
Jumlah sasaran yang telah terintervensi tersebut terdiri dari balita usia 24 hingga 59 bulan yang paling dominan, mencapai 55.255 orang. Sisanya merupakan ibu hamil sebanyak 4.873 orang dan keluarga dengan anak usia 0–23 bulan sebanyak 22.265 keluarga.
Untuk memastikan distribusi MBG tepat sasaran, BKKBN Sulawesi Barat mengerahkan ribuan personel. Wahidah menyebutkan ada 1.050 Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan 1.632 tenaga non-TPK yang turun langsung ke lapangan.
"Ini merupakan bentuk kontribusi kami dalam mendukung pelaksanaan program MBG," kata Wahidah.
Program MBG menyasar kelompok 3B karena masa seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK) merupakan periode kritis pertumbuhan anak. Kekurangan gizi pada ibu hamil dan balita berisiko tinggi menyebabkan stunting—kondisi gagal tumbuh pada anak akibat malnutrisi kronis.
BKKBN tidak hanya berperan dalam pendataan, tetapi juga memastikan makanan bergizi benar-benar dikonsumsi oleh sasaran yang membutuhkan. Pendampingan dari TPK menjadi kunci agar program tidak sekadar menyalurkan makanan, tetapi juga mengedukasi pola asuh dan gizi keluarga.
Wahidah berharap intervensi gizi melalui MBG dapat berdampak langsung pada penurunan angka stunting di Sulawesi Barat. Provinsi ini termasuk salah satu daerah dengan prevalensi stunting yang masih perlu perhatian serius.
"Kalau kita lihat data, untuk pasangan usia subur atau ibu hamil di Sulawesi Barat ada 4.873 orang. Kemudian keluarga yang memiliki anak usia 0 sampai 23 bulan sebanyak 22.265, dan yang memiliki anak usia 24 sampai 59 bulan juga cukup banyak," ujarnya merinci data sasaran.
Dengan total lebih dari 82 ribu warga yang masuk kategori 3B, capaian intervensi 55.620 orang menunjukkan program masih terus berjalan. BKKBN menargetkan seluruh sasaran dapat terlayani secara bertahap.