MAMUJU — DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat mengubah strategi pengejaran capaian imunisasi lengkap dengan menggabungkan kekuatan layanan medis dan promosi kesehatan. Pertemuan koordinasi bertajuk "Kolaborasi Program Imunisasi dan Promosi Kesehatan" digelar di Aula Andi Depu untuk merancang kerangka kerja sama antarprogram.
Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa imunisasi lengkap merupakan investasi dasar bagi generasi daerah. Menurutnya, target tersebut tidak bisa dicapai hanya melalui layanan kesehatan di hilir, melainkan butuh komunikasi dan penggerakan masyarakat yang terarah.
"Imunisasi lengkap adalah investasi paling mendasar bagi generasi Sulbar. Namun, capaian ini tidak bisa hanya mengandalkan layanan kesehatan di hilir, melainkan harus didukung komunikasi, edukasi, dan penggerakan masyarakat yang terarah," ujarnya.
Kolaborasi ini menandai pergeseran paradigma dalam penanganan imunisasi. Promosi kesehatan kini diposisikan sebagai katalisator yang bertugas menerjemahkan data teknis imunisasi menjadi bahasa yang mudah dipahami masyarakat luas.
Kerja sama ini dijalankan melalui lima pilar utama. Kelimanya mencakup penetapan pesan teknis, penentuan kelompok prioritas, penyederhanaan bahasa, produksi media Komunikasi Informasi Edukasi (KIE), dan pemantauan efektivitas komunikasi secara berkala.
Untuk memperluas jangkauan, DKPPKB Sulbar menerapkan pendekatan multikanal. Pesan pentingnya imunisasi tidak hanya disebar melalui spanduk dan leaflet, tetapi juga digencarkan lewat WhatsApp Blast, Instagram, dan TikTok.
Gerakan ini melibatkan kader Posyandu, PKK, tokoh agama, sekolah, hingga komunitas lokal. Pesan komunikasi dirancang spesifik berdasarkan segmentasi sasaran, mulai dari ibu balita, ayah, remaja, sampai tokoh masyarakat, dengan alur penyampaian sebelum, saat, dan setelah layanan imunisasi.
Pertemuan tersebut turut menyoroti maraknya hoaks seputar imunisasi. Sebagai solusi, DKPPKB Sulbar akan mengklarifikasi berbagai mitos dan fakta di masyarakat sekaligus memperkuat konsep Posyandu Ramah Imunisasi sebagai simpul layanan dan informasi terpercaya.
Di tingkat operasional, kolaborasi digerakkan melalui prinsip "1 Data, 1 Pesan, 1 Kalender, 1 Media Kit". Hal ini bertujuan agar kampanye imunisasi di setiap kabupaten/kota se-Sulbar berjalan konsisten dan seragam.
dr. Nursyamsi menekankan bahwa keberhasilan program tidak diukur dari output kegiatan semata. Ukurannya adalah dampak nyata berupa penurunan angka anak tanpa imunisasi sesuai target Kementerian Kesehatan RI.
Sebagai tindak lanjut, peserta menyepakati agenda kerja konkret. Agenda tersebut meliputi penetapan pesan kunci, penyusunan kalender komunikasi, dan penentuan lokasi pilot project di beberapa Puskesmas beserta format evaluasinya. (Adv/Rls)