MAMUJU — Sebanyak 21 peserta yang terdiri atas qori, qoriah, pendamping, pelatih, hingga tenaga medis mengikuti pembekalan daring yang digelar Selasa (25/8/2026). Materi disampaikan oleh Ust. Syukri Mondang yang ditunjuk sebagai pelatih kafilah pada ajang MTQ kali ini.
Kegiatan yang dipandu oleh Rusli selaku pendamping kafilah ini berfokus pada kesiapan mental, aspek yang dinilai krusial bagi para peserta sebelum tampil di hadapan dewan hakim.
Mengelola Nervous Menjadi Energi Positif
Dalam paparannya, Ust. Syukri Mondang menekankan pentingnya penguasaan diri di atas panggung perlombaan. Para peserta mendapat motivasi serta tips praktis untuk mengendalikan gugup, menjaga konsentrasi, dan meningkatkan kepercayaan diri.
Peserta juga diajak untuk melatih ketenangan saat melantunkan ayat suci, sebuah keterampilan yang kerap menjadi pembeda antara peserta yang tampil baik dan yang tampil maksimal.
Kesiapan Mental Dinilai Sama Pentingnya dengan Penguasaan Materi
Kepala Biro Pemerintahan dan Kesra Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, menegaskan bahwa kemampuan teknis saja tidak cukup. Menurutnya, peserta harus mampu mengelola tekanan psikologis agar potensi yang dimiliki bisa keluar secara optimal.
“Yang terpenting adalah tetap percaya diri, fokus, tenang, dan jangan menjadikan rasa gugup sebagai beban. Jadikan nervous sebagai energi positif untuk memberikan penampilan terbaik,” ujar Murdanil di tempat terpisah.
Target Tampil Optimal di Semarang
Pembekalan ini diharapkan memperkuat kesiapan kafilah Sulawesi Barat secara menyeluruh, baik dari sisi mental maupun teknis. Dengan bekal tersebut, para peserta diharapkan mampu membawa nama baik daerah pada MTQ Tingkat Nasional ke-31 yang akan digelar di Semarang, Jawa Tengah.
Persiapan yang matang ini menjadi modal penting bagi kontingen Sulbar untuk bersaing dengan kafilah dari seluruh provinsi di Indonesia.