MAMUJU — Rekaman video berdurasi puluhan detik memperlihatkan momen mencekam ketika dua kelompok pemuda saling serang di tepi Pantai Tai Manu. Dalam tayangan yang beredar luas di media sosial, situasi kian tegang saat salah seorang pria mencabut badik dari pinggangnya dan mencoba menusuk lawan secara membabi buta.
Kronologi: Satu Lawan Kabur, Pelaku Ganti Sasaran
Melihat kilatan badik, lawan pria bersenjata itu langsung melarikan diri meninggalkan rekan-rekannya yang masih terlibat adu jotos. Pelaku kemudian mengalihkan sasaran dan mencari lawan lain di lokasi. Beruntung, amarahnya masih bisa diredam sehingga tidak ada korban tusukan dalam insiden tersebut.
Sejumlah pengunjung pantai, terutama perempuan, berteriak histeris dan meminta warga sekitar segera melerai bentrokan. Kepanikan meluas lantaran perkelahian terjadi di ruang publik yang ramai dikunjungi warga pada akhir pekan.
Polisi Bergerak Cepat, Dua Tersangka Diamankan
Mendapat laporan dari masyarakat, aparat Polsek Kalukku langsung menuju lokasi untuk membubarkan massa dan menstabilkan situasi. Kapolsek Kalukku, AKP Hadaming, membenarkan adanya insiden berdarah yang nyaris memakan korban tersebut. Pihaknya bergerak tak lama setelah video perkelahian viral di media sosial.
“Kami sudah mengamankan dua orang pelaku yang terlibat perkelahian,” ujar AKP Hadaming saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pada Sabtu malam, 30 Mei 2026.
Hadaming memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kendati demikian, polisi tetap akan memproses hukum para pelaku guna memberikan efek jera dan menjaga kondusivitas area wisata di Kabupaten Mamuju.
Motif Masih Didalami, Pemeriksaan Intensif Menunggu
Saat ditanya mengenai motif bentrokan antar-kelompok tersebut, AKP Hadaming belum bisa membeberkan secara rinci. Kedua pelaku yang diamankan dijadwalkan menjalani pemeriksaan intensif pada esok hari.
“Keduanya rencananya akan diperiksa besok. Nanti besok ya untuk data lengkapnya (setelah pemeriksaan),” pungkas Hadaming.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi pengelola kawasan wisata dan aparat setempat untuk meningkatkan pengawasan di Pantai Tai Manu. Aksi premanisme di ruang publik seperti ini tidak hanya mengancam keselamatan pengunjung, tetapi juga merusak citra destinasi wisata unggulan di Sulawesi Barat.