Pencarian

Indeks Inklusi Keuangan 2025 Capai 80,51%, Sun Life Buka Kantor Pemasaran Baru di Jakarta

Sabtu, 05 September 2026 • 13:05:01 WIB
Indeks Inklusi Keuangan 2025 Capai 80,51%, Sun Life Buka Kantor Pemasaran Baru di Jakarta
Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, meresmikan Kantor Pemasaran Sun Life (KPM) Sun Billionaire di Jakarta Selatan.

SULAWESI BARAT — Indeks literasi keuangan nasional pada periode yang sama tercatat sebesar 66,46 persen. Angka ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antara akses masyarakat terhadap produk keuangan dan pemahaman mereka dalam memilih instrumen yang tepat.

Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, mengatakan perluasan fasilitas ini merupakan respons atas kondisi ketahanan finansial masyarakat yang kian tertekan.

"Temuan Sun Life Asia Financial Resilience Index 2025 menunjukkan bahwa 92% responden di Indonesia merasakan dampak inflasi, termasuk 46% yang menyatakan inflasi berdampak signifikan terhadap kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujarnya dalam keterangan resmi.

Lonjakan dan Koreksi Indeks Inklusi Keuangan Sepanjang Satu Dekade

Data historis SNLIK memperlihatkan dinamika indeks inklusi keuangan nasional yang fluktuatif. Pada 2013, indeks berada di level 59,74 persen, lalu naik ke 67,82 persen pada 2016, dan melanjutkan tren ke 76,19 persen pada 2019.

Puncaknya sempat tercatat di angka 85,10 persen pada 2022. Namun, pada 2024 indeks turun ke 75,02 persen setelah OJK dan BPS melakukan penyesuaian metodologi berbasis cakupan luas.

Memasuki 2025, indeks kembali naik ke 80,51 persen dengan metode keberlanjutan. Jika menggunakan metode cakupan DNKI, angkanya melesat ke 92,74 persen, dan diproyeksikan mencapai 93,61 persen pada 2026.

Kantor Baru Sun Life: Strategi Jangkau Nasabah di Tengah Inflasi

KPM Sun Billionaire berlokasi di Menara Sun Life Lantai 3, Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Peresmian fasilitas ini bertepatan dengan momentum Hari Pelanggan Nasional 2026 dan berada di gedung kantor pusat perusahaan.

Fasilitas tersebut dirancang sebagai ruang interaksi langsung antara masyarakat dan tenaga pemasar. Fokus utamanya adalah pendampingan perencanaan keuangan yang relevan dengan kebutuhan nasabah di tengah tekanan biaya hidup.

Langkah ekspansi ini sejalan dengan arahan OJK yang menekankan pentingnya edukasi finansial berkelanjutan. Kegiatan pendampingan dinilai masih diperlukan agar masyarakat mampu memilah instrumen keuangan yang sesuai dengan profil risiko dan kebutuhan masing-masing.

Apa Artinya bagi Konsumen dan Industri Jasa Keuangan

Bagi masyarakat, kehadiran kantor pemasaran baru ini mempersingkat akses terhadap layanan konsultasi perencanaan keuangan. Nasabah tidak lagi harus bergantung pada kanal digital untuk mendapatkan penjelasan detail mengenai produk proteksi atau investasi.

Bagi industri, pembukaan KPM Sun Billionaire menjadi indikator bahwa perusahaan asuransi jiwa masih melihat ruang pertumbuhan di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Ekspansi fisik tetap dianggap relevan untuk membangun kepercayaan nasabah, terutama segmen masyarakat yang membutuhkan pendampingan tatap muka.

Data Sun Life Asia Financial Resilience Index 2025 menggarisbawahi urgensi literasi keuangan. Hampir separuh responden Indonesia mengaku inflasi menggerus kemampuan memenuhi kebutuhan harian—sebuah sinyal bahwa produk keuangan saja tidak cukup tanpa edukasi yang memadai.

Follow halosulbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks