SULAWESI BARAT — Persija Jakarta harus menjalani laga kandang melawan Java United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027. Laga yang semestinya digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (19/9/2026), dipindahkan karena GBK disiapkan untuk FIFA ASEAN Cup 2026. Pelatih Shin Tae-yong mengaku kecewa dengan situasi yang membuat timnya kehilangan keuntungan bermain di kandang sendiri.
Keputusan memindahkan markas Persija ke Bali bukan tanpa sebab. Stadion Utama Gelora Bung Karno tengah dipersiapkan untuk kebutuhan FIFA ASEAN Cup 2026, sementara Jakarta International Stadium sudah dijadwalkan untuk konser musik pada periode yang sama.
Pilihan stadion alternatif di kawasan Jabotabek pun tertutup. Stadion Patriot, yang biasanya menjadi opsi cadangan, akan dipakai untuk pertandingan Pegadaian Championship 2026/2027. Alhasil, manajemen Persija harus mencari venue di luar Jawa, dan Bali menjadi pilihan terakhir.
Shin Tae-yong: Kami Kehilangan Keuntungan Bermain di Kandang
Pelatih Persija, Shin Tae-yong, menyatakan kekecewaannya secara terbuka. Menurutnya, bermain jauh dari Jakarta merugikan timnya, terutama dari sisi dukungan suporter dan kondisi persiapan.
Persija seharusnya menjamu Java United di hadapan Jakmania di GBK. Namun, keputusan pemindahan ini memaksa Macan Kemayoran menempuh perjalanan jauh ke Gianyar dan kehilangan atmosfer kandang yang biasanya menjadi kekuatan tambahan.
Shin Tae-yong tetap menegaskan timnya fokus menghadapi Java United. Ia membidik tiga kemenangan beruntun setelah sebelumnya meraih hasil positif atas Persib Bandung.
Modal Kemenangan Dramatis atas Persib Bandung
Persija datang ke Bali dengan modal kepercayaan diri tinggi. Pada laga sebelumnya, Macan Kemayoran menang dramatis 2-1 atas Persib Bandung di SUGBK. Gol Ivan Mamut menjadi penentu kemenangan yang disambut selebrasi heboh Jakmania.
Kemenangan itu terasa istimewa karena menjadi pertemuan pertama Persija menjamu Persib di Jakarta setelah tujuh tahun. Tifo "Never Bow Down" yang dibentangkan Jakmania menambah semarak duel bertajuk El Clasico Indonesia tersebut.
Ferry Paulus sebelumnya mengungkap betapa berliku dan beratnya proses mengurus izin laga Persija vs Persib di GBK. Kini, tantangan serupa muncul kembali, tetapi dengan konsekuensi yang lebih pahit bagi Persija.
Jadwal dan Kondisi Skuad Jelang Lawan Java United
Laga Persija vs Java United di Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi ujian tersendiri bagi Shin Tae-yong. Ia harus memastikan pemain tetap dalam kondisi terbaik setelah perjalanan jauh dan jadwal padat.
Java United bukan lawan yang bisa diremehkan. Meski berstatus tim tamu, mereka berpotensi memanfaatkan situasi Persija yang kehilangan dukungan langsung Jakmania di stadion.
Shin Tae-yong menegaskan target tiga poin tetap harga mati. Kemenangan di Bali akan menjaga momentum Persija di papan atas BRI Super League 2026/2027 sekaligus membuktikan timnya mampu beradaptasi dengan segala kondisi.
Bagi Jakmania, laga ini menjadi pukulan tersendiri. Mereka harus menyaksikan tim kesayangan bermain jauh dari Jakarta, tanpa bisa memberikan dukungan langsung dari tribun stadion.