SULAWESI BARAT — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 71,16 poin atau 1,11 persen ke level 6.313 pada akhir perdagangan sesi I, Selasa (22/9). Tekanan jual meluas ke 513 saham, sementara investor asing membukukan jual bersih Rp510,07 miliar di seluruh pasar.
Data RTI Business menunjukkan IHSG bergerak dalam rentang 6.277 hingga 6.423 sepanjang sesi I. Dari 788 saham yang diperdagangkan, hanya 147 saham yang mampu menguat, sedangkan 128 saham bergerak stagnan.
Kapitalisasi pasar BEI tercatat Rp11.060,249 triliun. Volume perdagangan sesi I mencapai 20,63 miliar saham dengan nilai transaksi Rp7,98 triliun dan frekuensi 1,35 juta kali transaksi.
Investor Asing Kembali Lepas Saham Rp510 Miliar
Investor asing membukukan jual bersih Rp510,07 miliar di seluruh pasar. Rinciannya, jual bersih di pasar reguler mencapai Rp503,12 miliar, sedangkan di pasar negosiasi dan tunai tercatat Rp6,94 miliar.
Dominasi investor domestik masih terlihat dari sisi volume. Dari total 26,9 miliar saham yang ditransaksikan, investor lokal menguasai 80,22 persen atau sekitar 21,58 miliar saham. Investor asing hanya berkontribusi 19,78 persen atau 5,32 miliar saham.
Dari sisi nilai transaksi Rp11,8 triliun, investor asing menyumbang 34,97 persen dengan pembelian Rp3,9 triliun. Investor domestik berkontribusi 65,03 persen dengan pembelian Rp8,0 triliun.
Frekuensi Transaksi Dikuasai Investor Lokal
Frekuensi perdagangan sesi I tercatat 1.833.093 kali transaksi. Investor domestik mendominasi dengan porsi 84,56 persen, sementara investor asing hanya 15,44 persen.
Investor asing tercatat melakukan pembelian sebanyak 216.046 kali dan penjualan 350.193 kali. Rasio penjualan terhadap pembelian yang jauh lebih besar mengonfirmasi tekanan jual dari pelaku pasar global pada sesi ini.
Melemahnya IHSG sejalan dengan aksi lepas saham oleh investor asing yang berlanjut. Tekanan jual yang meluas ke 513 saham menunjukkan koreksi tidak terbatas pada sektor tertentu, melainkan merata di seluruh papan perdagangan.