MAMUJU — Sidang Majelis Daerah GBI Sulawesi Barat resmi digelar dengan dihadiri jajaran pengurus gereja dari berbagai kabupaten. Gubernur Suhardi Duka yang membuka acara tersebut menekankan pentingnya sinergi antara institusi keagamaan dan pemerintah daerah.
"Gereja memiliki peran strategis dalam membangun moral dan karakter bangsa. Kami berharap GBI bisa menjadi mitra pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan sosial," ujar Gubernur yang akrab disapa SDK dalam sambutannya.
Gubernur SDK menyebut bahwa kontribusi gereja bisa diwujudkan dalam program pemberdayaan ekonomi jemaat, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan. Menurutnya, jemaat yang kuat secara rohani dan mandiri secara ekonomi akan menopang stabilitas daerah.
Ia juga mengapresiasi peran GBI yang selama ini dinilai aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di Sulbar. Sinergi ini diharapkan semakin kuat pasca sidang majelis daerah yang mempertemukan seluruh pemimpin jemaat.
Dalam kesempatan tersebut, SDK mengingatkan bahwa pembangunan Sulawesi Barat tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan partisipasi aktif dari elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan seperti GBI.
"Mari kita bersama-sama membangun daerah ini. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Gereja harus hadir memberikan solusi bagi masalah-masalah yang ada di tengah masyarakat," tegasnya di hadapan para peserta sidang.
Sidang Majelis Daerah GBI Sulbar ini menjadi forum untuk merumuskan program kerja ke depan. Diharapkan, hasil sidang bisa diterjemahkan dalam aksi nyata di tingkat jemaat yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
Gubernur berharap gereja mampu menjadi teladan dalam membangun harmoni sosial, terutama di wilayah yang memiliki keragaman seperti Sulawesi Barat. Kolaborasi lintas iman dan lintas sektor dinilai kunci untuk mempercepat pemerataan pembangunan.