MAMUJU — Daging kurban dari satu ekor sapi itu akan dinikmati langsung oleh warga binaan dan jajaran petugas Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Mamuju. Hewan tersebut merupakan sumbangan dari Gubernur Sulawesi Barat, DR. H. Suhardi Duka, M.M, yang diserahkan dalam momentum Idul Adha tahun ini.
Prosesi Penyembelihan Berlangsung Khidmat
Penyembelihan dilakukan oleh imam masjid setempat yang memenuhi syariat Islam. Proses berlangsung di Area Beranggang Rutan Mamuju, disaksikan langsung oleh Kepala Rutan Mamuju, Sudirman, S.E., serta sejumlah petugas dan warga binaan.
Kegiatan berlangsung tertib dan penuh khidmat. Seusai salat Idul Adha berjamaah, seluruh rangkaian pemotongan hewan kurban langsung digelar di lingkungan rutan.
Apresiasi Karutan: Ini Lebih dari Sekadar Ibadah
Kepala Rutan Kelas IIB Mamuju, Sudirman, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Ia menyebut bantuan ini menjadi sarana mempererat kebersamaan di antara warga binaan dan petugas.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Sulawesi Barat atas bantuan hewan qurban yang diberikan kepada Rutan Mamuju. Momentum Idul Adha ini menjadi sarana mempererat kebersamaan, meningkatkan rasa kepedulian sosial, serta menanamkan nilai keikhlasan dan semangat berbagi kepada seluruh warga binaan maupun petugas,” ungkapnya.
Sudirman menambahkan, kegiatan kurban tidak sekadar ritual tahunan. Ia berharap momen ini menjadi pembelajaran moral dan spiritual bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.
“Melalui momentum Idul Adha ini kami berharap seluruh warga binaan dapat mengambil hikmah tentang arti pengorbanan, keikhlasan, serta pentingnya saling berbagi antar sesama. Kami ingin suasana kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan Rutan tetap terjaga dengan baik,” tutupnya.
Daging Kurban Dibagikan ke Warga Binaan dan Petugas
Daging sapi kurban akan diolah dan didistribusikan langsung kepada warga binaan serta petugas yang bertugas pada hari raya. Pembagian dilakukan secara merata oleh panitia internal rutan.
Kegiatan ini menjadi tradisi tahunan di Rutan Mamuju. Selain memperkuat nilai keagamaan, momen Idul Adha juga dimanfaatkan untuk menjaga ikatan sosial di lingkungan yang terbatas.