MAMUJU — Tim gabungan yang terdiri dari personel Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan relawan dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan di Mamuju. Proses pemadaman berlangsung berat karena medan yang sulit dijangkau dan titik api yang menyebar di beberapa lokasi.
Proses pemadaman yang berlangsung delapan jam itu terkendala akses jalan yang terjal dan sempit. Petugas harus berjalan kaki membawa peralatan manual seperti pompa punggung dan alat pemukul api. Angin kencang di lokasi kejadian juga membuat api cepat merambat ke area semak belukar kering.
“Kami bekerja bersama-sama memutus jalur api agar tidak meluas ke kebun warga. Medannya cukup berat, tapi berkat koordinasi semua pihak, api bisa dijinakkan,” ujar salah satu petugas di lapangan.
Kebakaran terjadi di area perbukitan yang berbatasan langsung dengan lahan pertanian dan permukiman penduduk. Asap tebal sempat menyelimuti sejumlah desa di sekitar lokasi, mengganggu aktivitas warga dan jarak pandang pengendara di jalan raya. Tim gabungan juga menyiagakan alat berat untuk membuat sekat bakar guna mengisolasi api.
Belum diketahui penyebab pasti kebakaran. Namun, musim kemarau panjang yang melanda Sulawesi Barat dalam beberapa pekan terakhir membuat vegetasi kering mudah terbakar. Titik api baru juga masih terus dipantau oleh petugas di lapangan untuk mengantisipasi kebakaran susulan.
Selain pemadaman langsung, petugas melakukan pendinginan di area yang sudah terbakar untuk mencegah api muncul kembali. Patroli gabungan diperketat di titik-titik rawan kebakaran di sekitar Mamuju. Warga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran besar.
Pemerintah daerah setempat juga menyiagakan posko darurat dan logistik untuk kebutuhan petugas di lapangan. Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian mulai kondusif dan api berhasil dipadamkan seluruhnya.
Warga diminta segera melapor ke kantor BPBD atau Damkar setempat jika melihat kepulan asap atau titik api di area hutan dan lahan. Jangan mencoba memadamkan api sendiri jika tidak memiliki peralatan dan pelatihan yang memadai. Evakuasi mandiri juga perlu dilakukan jika asap mulai mengganggu pernapasan atau api mendekati pemukiman.
Luas lahan yang terbakar masih dalam proses penghitungan oleh tim di lapangan. Petugas masih melakukan pengecekan dan pemetaan area terdampak untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Data pasti akan dirilis setelah proses verifikasi selesai.