SULAWESI BARAT — Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meninjau langsung proses produksi MBG di dapur SPPG Polri, belum lama ini. Di hadapan jajaran perwira dan petugas dapur, ia secara spesifik menyoroti tekstur nasi yang dinilai jauh lebih baik dari biasanya.
"Nasi pulen. Saya curiga ini," kata Prabowo dalam sela-sela kunjungannya, seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima redaksi, Kamis (5/6).
Kalimat itu sontak disambut tawa para personel Polri yang mendampingi. Meski bernada canda, pernyataan Presiden dinilai mengindikasikan adanya standar mutu yang tidak merata di seluruh unit pelaksana program MBG nasional.
Pujian Presiden terhadap dapur Polri ini muncul di tengah situasi panas di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN). Sebelumnya, Prabowo secara mendadak memecat tiga pimpinan BGN pada awal Juni 2026. Langkah tegas itu diambil setelah Kepala BGN ditangkap Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi.
"Saya tidak mau uang rakyat dicuri," tegas Prabowo dalam pernyataan terpisah di hadapan jajaran BGN usai pemecatan tersebut.
Proses penegakan hukum di internal BGN berlangsung cepat. Tiga eks petinggi BGN, termasuk Kepala BGN Dadan, dijemput paksa tim Kejaksaan Agung dari lokasi berbeda. Salah satu dari mereka diketahui sedang berada di hotel saat penangkapan dilakukan, pada 3 Juni 2026.
Pihak Istana kemudian buka suara terkait alasan di balik pencopotan tiga pimpinan BGN. Dalam keterangan resmi yang dirilis pada 4 Juni, Sekretariat Negara menyebut adanya catatan serius terkait tata kelola keuangan dan distribusi logistik yang tidak sesuai prosedur.
Kasus ini menjadi ujian pertama bagi program flagship pemerintahan Prabowo-Gibran. MBG dirancang sebagai program pemberian makanan gratis untuk pelajar dan ibu hamil di seluruh Indonesia. Namun, rangkaian penangkapan pejabat BGN memicu pertanyaan publik soal efektivitas pengawasan.
Di tengah kontroversi itu, pujian Presiden terhadap dapur Polri justru menimbulkan persepsi baru. Sejumlah pengamat menilai canda Prabowo bisa dibaca sebagai sinyal bahwa institusi kepolisian dinilai lebih siap mengelola program dibandingkan BGN yang digawangi sipil.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari BGN maupun Polri terkait kemungkinan pengalihan pengelolaan dapur MBG ke institusi lain.