J.P. Morgan Naikkan Target Saham Apple ke Rp5,7 Juta Meski Ada Kenaikan Harga Produk

Penulis: Qodri Anwar  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 04:24:01 WIB
J.P. Morgan menaikkan target harga saham Apple menjadi Rp5,7 juta meski harga produk naik.

SULAWESI BARAT — Harga saham Apple perlahan pulih setelah sempat turun 6 persen pada akhir Juni lalu. Penurunan itu dipicu pengumuman Apple yang menaikkan harga beberapa lini produk karena kelangkaan pasokan memori di pasar global. Kini, saham Apple diperdagangkan di angka 311,44 dolar AS, mendekati rekor tertingginya di 317,40 dolar AS.

Kenapa J.P. Morgan Justru Optimis?

Dalam laporan riset yang dikutip dari AppleInsider, J.P. Morgan mempertahankan peringkat Buy untuk saham Apple. Target harga baru 345 dolar AS naik dari target sebelumnya 325 dolar AS yang ditetapkan pada Januari lalu. Alasan utamanya: data historis penjualan iPhone, Mac, dan iPad menunjukkan hubungan yang "terbatas" antara harga dan volume penjualan.

"Konsumen tetap membeli produk Apple meskipun ada kenaikan harga," tulis analis J.P. Morgan dalam catatannya. Artinya, permintaan terhadap ekosistem Apple dinilai cukup inelastis.

Mac Paling Terdampak, Tapi Ada Jurus AI

Produk Mac tercatat mengalami kenaikan harga paling signifikan dibanding lini lainnya. Namun, J.P. Morgan meyakini fitur kecerdasan buatan (AI) yang bakal hadir di generasi mendatang bisa menjadi pendorong utama permintaan upgrade. Alih-alih menurun, permintaan Mac justru berpotensi naik berkat siklus penggantian perangkat yang didorong oleh fitur AI tersebut.

Pengguna iPhone Kelas Atas Kebal Kenaikan Harga

Untuk iPhone, J.P. Morgan mencatat bahwa pembeli seri tertinggi (Pro dan Pro Max) cenderung tidak sensitif terhadap perubahan harga. Menariknya, Apple belum menaikkan harga iPhone untuk lini saat ini. Banyak pihak memperkirakan perubahan harga baru akan terjadi pada September mendatang, bersamaan dengan peluncuran jajaran iPhone generasi berikutnya.

Bagi konsumen Indonesia yang terbiasa dengan harga iPhone yang sudah tinggi akibat pajak dan bea masuk, temuan ini mungkin tidak mengejutkan. Segmen pengguna premium memang dikenal lebih mementingkan pengalaman dan ekosistem ketimbang selisih harga ratusan ribu rupiah.

Apa Artinya Buat Konsumen?

Kesimpulan dari laporan ini cukup jelas: jika Anda sedang menunggu harga Apple turun drastis karena krisis memori, kemungkinan besar itu tidak akan terjadi. Analis justru melihat kenaikan harga tidak akan mengubah perilaku belanja konsumen setia Apple. Keputusan beli tetap bergantung pada kebutuhan akan fitur baru, seperti integrasi AI di Mac atau peningkatan kamera di iPhone terbaru, bukan semata-mata faktor harga.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: 9to5mac.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top