MAMUJU — Capaian dua sektor pajak strategis di Sulawesi Barat itu dinilai belum mencerminkan potensi yang ada. Kepala Bapenda Sulbar, Abdul Wahab Hasan Sulur, menyebut rendahnya realisasi PAP dan PAB harus menjadi alarm bagi seluruh jajaran pengelola pendapatan daerah untuk memperkuat pengawasan dan menggali potensi yang belum tergarap.
Rapat Rekonsiliasi Digelar, Seluruh UPTD Diminta Paparkan Data
Rapat yang dipimpin Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah Bapenda Sulbar, Gaffar, bersama Kepala Bidang Perencanaan Pendapatan dan Teknologi Informasi Muh. Saleh, berfokus pada identifikasi hambatan di lapangan. Seluruh UPTD diminta memaparkan perkembangan penerimaan di wilayah masing-masing sekaligus menyusun langkah percepatan pada semester kedua tahun berjalan.
“Evaluasi ini harus menghasilkan langkah nyata. Seluruh UPTD harus mampu memetakan persoalan di lapangan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan setiap potensi pajak dapat dioptimalkan demi meningkatkan pendapatan daerah,” tegas Wahab dalam forum tersebut.
Kendala di Lapangan: Kepatuhan Wajib Pajak hingga Validitas Data
Bapenda mencatat sejumlah kendala utama yang menyebabkan penerimaan dua jenis pajak ini seret. Mulai dari tingkat kepatuhan wajib pajak yang masih rendah, validitas data objek pajak yang belum akurat, hingga efektivitas koordinasi antarinstansi yang belum optimal.
Menurut Wahab, rekonsiliasi data tidak sekadar bertujuan menyamakan angka penerimaan antarsatuan kerja. Forum tersebut juga menjadi instrumen evaluasi untuk merumuskan strategi peningkatan pendapatan daerah secara lebih terukur dan efektif.
Target Semester II: Perkuat Sinergi dan Perbarui Basis Data
Bapenda Sulbar menargetkan penguatan sinergi antar-UPTD, pembaruan basis data perpajakan, serta percepatan tindak lanjut terhadap berbagai kendala lapangan dapat mendorong peningkatan penerimaan pada semester II 2026. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini belum tergarap maksimal.