Kapten Marinir Sugeng Hardjo Taruno Gugur demi Selamatkan Kopassus yang Terkepung di Timor Timur, 1976

Penulis: Qodri Anwar  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 10:54:31 WIB
Kapten KKO Sugeng Hardjo Taruno berani mengambil risiko demi menyelamatkan pasukan Kopassus di Timor Timur, 1976.

SULAWESI BARAT — Nama Kapten Korps Komando (KKO) Sugeng Hardjo Taruno kembali mencuat ke publik setelah kisah heroiknya dibagikan ulang di media sosial resmi Korps Marinir TNI AL. Peristiwa itu terjadi saat Operasi Seroja di Timor Timur, yang kini bernama Timor Leste, pada masa integrasi wilayah tersebut ke Indonesia.

Misi Mustahil ke Wilayah Kepungan Musuh

Markas Komando Operasi Gabungan (Kogasgab) Seroja di Dili menerima laporan darurat pada Agustus 1976. Satu unit pasukan Kopassus yang bertempur di Same, Timor Timur, dikepung pasukan Fretilin. Amunisi dan logistik mereka hampir habis, sehingga harapan untuk bertahan semakin tipis.

Medan menuju Same sangat berbahaya karena berada dalam kepungan musuh. Serangan dapat datang dari segala arah. Meski risiko besar, bantuan harus segera dikirim untuk menyelamatkan nyawa prajurit baret merah tersebut.

Pilot yang Menolak Terbang dan yang Maju Tanpa Ragu

Penerbang yang mendapat giliran tugas saat itu memilih tidak melaksanakan penerbangan. Melihat situasi genting, Kapten KKO Sugeng Hardjo Taruno tanpa ragu melangkah maju. Padahal, sehari sebelumnya ia telah menyelesaikan misi penerbangan lain.

“Baginya, panggilan tugas dan kehormatan seorang prajurit jauh lebih besar dari keselamatan dirinya sendiri,” demikian pernyataan resmi yang dikutip dari laman Instagram @marinir_tni_al, Kamis (9/7/2026).

Warisan Keberanian yang Abadi

Kapten Sugeng gugur dalam misi tersebut. Namun, tindakannya menyelamatkan pasukan Kopassus yang terkepung. Nama Kapten KKO Sugeng Hardjo Taruno kini dikenang sebagai simbol patriotisme, semangat juang, loyalitas, dan pengabdian prajurit Korps Marinir TNI AL.

Kisah ini kembali dibagikan untuk mengingatkan generasi baru tentang pengorbanan prajurit di masa lalu. Operasi Seroja sendiri adalah operasi militer Indonesia untuk mengintegrasikan Timor Timur yang berlangsung dari 1975 hingga 1999.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: nasional.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top