SULAWESI BARAT — Pengundian yang digelar di Nyon, Swiss, mempertemukan Inggris dengan Yunani di putaran pertama play-off. Jika menang, anak asuh Sarina Wiegman akan menghadapi pemenang duel antara Slovakia dan Ukraina di putaran kedua, dengan jadwal tandang lebih dulu.
Jadwal Ketat di Akhir Tahun
Seluruh rangkaian play-off akan berlangsung pada Oktober, November, dan Desember 2025. Tanggal pasti pertandingan belum diumumkan, tapi tim yang bertahan di dua putaran harus siap dengan jadwal padat.
Inggris sejatinya tidak ingin melalui jalur play-off. Mereka finis sebagai runner-up Grup A3 di bawah Spanyol—tim juara dunia—yang merebut satu tiket otomatis ke Brasil. Dari enam laga kualifikasi, Inggris memenangi lima pertandingan, tapi itu belum cukup.
Wiegman: Kami Ingin Dominasi Permainan
“Kami tahu seperti apa play-off nantinya dan meskipun senang dengan hasil undian melawan Yunani, fokus kami sekarang adalah memastikan persiapan benar-benar matang,” ujar Sarina Wiegman dalam pernyataan resmi.
Pelatih asal Belanda itu menegaskan timnya akan tetap bermain dengan identitas menekan. “Kami ingin mendominasi pertandingan dan banyak menguasai bola. Itu yang akan kami persiapkan dengan hati-hati,” tambahnya.
Nasib Tim Lain dari Kepulauan Inggris
Selain Inggris, Wales, Skotlandia, Irlandia Utara, dan Republik Irlandia juga sudah mengetahui lawan masing-masing. Wales bakal meladeni Albania di putaran pertama—tim yang pernah mereka kalahkan 4-0 di fase grup kualifikasi. Skotlandia dijadwalkan menghadapi Republik Ceko, sementara Irlandia Utara mendapat ujian berat melawan Portugal.
Republik Irlandia harus menempuh perjalanan sejauh 3.100 mil ke Kazakhstan untuk laga tandang putaran pertama. Jika lolos, mereka berpotensi bertemu Belgia di putaran kedua.
Analisis Peluang: Inggris Favorit, Wales Perlu Buktikan
Inggris berada di posisi kuat. Lawan potensial di putaran kedua, Ukraina, sudah dua kali mereka kalahkan di fase grup. Sementara itu, Wales masih memiliki catatan buruk: belum pernah mengalahkan tim peringkat 20 besar FIFA dalam laga kompetitif, dan rekor tandang mereka perlu perbaikan drastis.
Skotlandia, yang gagal lolos ke Piala Dunia 2023, menunjukkan performa apik di grup dengan hasil imbang melawan Belgia. Namun, jika melaju ke putaran kedua, mereka kemungkinan besar berhadapan dengan Swedia—semi-finalis dua edisi terakhir Piala Dunia Wanita.
Irlandia Utara mendapat undian paling berat. Portugal, lawan mereka di putaran pertama, dua kali mengalahkan tim asuhan Tanya Oxtoby di kualifikasi Euro 2025. Jika pun lolos, Islandia yang tangguh menunggu di putaran kedua.