MAMUJU — Wakil Ketua Umum KONI Sulbar Muhammad Arsyad secara resmi membuka Musprov V PBVSI Sulbar. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pembinaan atlet bola voli sejak usia dini sebagai fondasi prestasi jangka panjang.
"Pembinaan atlet usia dini harus ditingkatkan. Ini adalah investasi masa depan olahraga voli di Sulbar," ujar Muhammad Arsyad saat membuka acara di Mamuju, baru-baru ini.
Mengapa Pembinaan Usia Dini Jadi Prioritas?
Muhammad Arsyad menilai selama ini pembinaan atlet voli di daerah masih belum optimal. Padahal, potensi atlet muda di Sulbar cukup besar jika digarap serius sejak bangku sekolah dasar.
Ia mendorong PBVSI kabupaten/kota untuk aktif menjaring bibit-bibit baru. Caranya, dengan menggelar kompetisi rutin dan memaksimalkan peran pelatih di klub-klub voli yang tersebar di Sulbar.
Apa Target Musprov V PBVSI Sulbar?
Musprov V PBVSI Sulbar digelar untuk menyusun program kerja dan memilih kepengurusan baru periode 2024-2028. Agenda ini menjadi panggung evaluasi sekaligus perencanaan strategis bagi cabang olahraga bola voli di provinsi tersebut.
Musyawarah ini dihadiri pengurus PBVSI dari enam kabupaten di Sulbar. Mereka bersama-sama merumuskan langkah konkret untuk memajukan voli, terutama di level pembinaan usia dini.
Bagaimana Langkah Nyata ke Depan?
Muhammad Arsyad berharap kepengurusan PBVSI yang baru nanti bisa lebih agresif dalam menjaring atlet muda. Ia juga meminta dukungan penuh dari pemerintah daerah untuk menyediakan fasilitas latihan yang memadai.
"Kita tidak bisa hanya mengandalkan bakat alami. Harus ada pembinaan terstruktur, mulai dari latihan teknik, fisik, hingga mental bertanding," tambahnya.
Ia mencontohkan sejumlah daerah di Sulbar yang sudah mulai melahirkan atlet voli berbakat. Menurutnya, hal itu harus diperluas dengan program pembinaan berjenjang dari tingkat kabupaten hingga provinsi.
Kapan Hasil Pembinaan Bisa Dirasakan?
Muhammad Arsyad optimistis dalam lima tahun ke depan Sulbar bisa melahirkan atlet voli yang bersaing di level nasional. Syaratnya, semua pihak harus konsisten menjalankan program pembinaan yang sudah direncanakan.
Ia juga mengingatkan agar PBVSI tidak hanya fokus pada prestasi jangka pendek. Pembinaan usia dini, menurutnya, adalah investasi yang hasilnya baru terlihat dalam beberapa tahun ke depan.