Pencarian

Upacara Adat di Majene, Raja Mamuju Berharap Tradisi Leluhur Sulbar Tidak Luntur Dimakan Zaman

Senin, 22 Juni 2026 • 15:25:01 WIB
Upacara Adat di Majene, Raja Mamuju Berharap Tradisi Leluhur Sulbar Tidak Luntur Dimakan Zaman
Raja Mamuju menekankan pentingnya pelestarian tradisi leluhur dalam upacara adat di Majene.

MAJENE — Sebuah upacara adat yang digelar di Kabupaten Majene baru-baru ini menjadi panggung bagi para pemangku adat untuk menyuarakan pentingnya menjaga warisan leluhur. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Raja Mamuju, yang secara khusus menyampaikan pesan tentang urgensi pelestarian identitas budaya di Sulawesi Barat.

Dalam kesempatan itu, Raja Mamuju menekankan bahwa tradisi bukan sekadar seremoni, melainkan fondasi karakter masyarakat. Ia berharap generasi muda tidak meninggalkan akar budaya mereka meski arus informasi dan teknologi terus berkembang pesat.

Mengapa Pelestarian Budaya Mendesak di Sulbar?

Kekhawatiran akan lunturnya tradisi di Sulawesi Barat bukan tanpa alasan. Data dari Dinas Kebudayaan setempat mencatat beberapa ritual adat di sejumlah kabupaten mulai jarang dilaksanakan karena minimnya partisipasi generasi penerus. Upacara adat di Majene ini menjadi salah satu upaya konkret untuk membangkitkan kembali kesadaran kolektif akan kekayaan budaya lokal.

Para tetua adat yang hadir juga sepakat bahwa identitas budaya adalah aset yang tidak ternilai. Mereka menilai, tanpa upaya pelestarian yang serius, tradisi-tradisi unik seperti ritual syukuran panen dan tarian daerah bisa punah dalam satu atau dua dekade ke depan.

Apa Harapan Raja Mamuju untuk Generasi Muda?

Raja Mamuju secara spesifik menyoroti peran pemuda sebagai garda terdepan pelestarian budaya. Ia mendorong agar anak muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat aktif dalam setiap prosesi adat. "Identitas budaya adalah harga diri kita. Jika kita kehilangan itu, kita kehilangan jati diri sebagai orang Sulawesi Barat," ujarnya saat ditemui di sela-sela acara.

Pesan ini mendapat sambutan positif dari para peserta upacara. Beberapa tokoh pemuda yang hadir berjanji akan mulai mendokumentasikan ritual-ritual adat lewat media sosial agar lebih dikenal secara luas. Mereka juga berencana menggelar lokakarya budaya di sekolah-sekolah sebagai langkah awal regenerasi.

Upacara Adat: Simbol Pemersatu Masyarakat Majene

Lebih dari sekadar ritual, upacara adat di Majene ini juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga dari berbagai kalangan. Mulai dari petani, nelayan, hingga pegawai negeri, semua duduk bersama menyaksikan rangkaian prosesi yang sarat makna. Suasana kekeluargaan sangat terasa, menunjukkan bahwa budaya masih menjadi perekat sosial yang kuat di tengah perbedaan.

Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi agenda tahunan yang melibatkan lebih banyak kabupaten di Sulawesi Barat. Dengan begitu, semangat menjaga identitas budaya tidak hanya berhenti di Majene, tetapi menyebar ke seluruh pelosok daerah.

Apakah tradisi adat di Sulbar bisa bertahan di era digital?

Peluangnya masih besar, asalkan ada kolaborasi antara pemerintah, tokoh adat, dan generasi muda. Digitalisasi budaya—seperti pembuatan konten dokumenter atau siaran langsung prosesi adat—bisa menjadi jembatan agar tradisi tetap relevan. Namun, esensi dan nilai sakral dari upacara adat harus tetap dijaga agar tidak tergerus oleh konten yang bersifat hiburan semata.

Bagikan
Sumber: radarsulbar.fajar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks