Pencarian

Pemerintah Pastikan Pasokan Minyak Goreng Aman Saat B50 Mulai Jalan 1 Juli 2026

Kamis, 18 Juni 2026 • 11:41:01 WIB
Pemerintah Pastikan Pasokan Minyak Goreng Aman Saat B50 Mulai Jalan 1 Juli 2026
Pemerintah pastikan pasokan minyak goreng tetap aman menjelang implementasi B50 pada 1 Juli 2026.

SULAWESI BARAT — Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengonfirmasi jadwal implementasi B50 sudah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Dalam waktu dekat, tepatnya di 1 Juli nanti akan ada implementasi untuk B50,” ujarnya di Gedung Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Pemerintah telah menyiapkan infrastruktur pendukung, mulai dari fasilitas pencampuran (blending), sistem distribusi, hingga tempat penyimpanan. Uji teknis BBM anyar ini juga sudah rampung dan dinyatakan tanpa kendala berarti.

“Dalam proses uji teknis kemarin hasilnya sudah keluar, alhamdulillah tidak ada kendala yang signifikan,” kata Anggia.

Nilai Tambah Sawit Naik, Impor Solar Ditekan

Program B50 diproyeksikan mendongkrak nilai tambah crude palm oil (CPO). Pada 2025, program B40 telah menyumbang peningkatan nilai tambah CPO sebesar Rp20,9 triliun. Tahun ini, angka itu diperkirakan melonjak menjadi Rp24,68 triliun.

“Bagaimana ketergantungan impor ini sangat membuat kita rentan. Maka dari itu, Presiden berharap kita bisa mandiri. Secara bertahap, baik bensin maupun solar dilakukan pengurangan impor. B50 ini salah satu upaya agar kita bisa setop impor solar,” jelas Anggia.

Pasokan Minyak Goreng Dipastikan Aman

Kekhawatiran publik soal kelangkaan minyak goreng akibat terserapnya CPO untuk B50 langsung ditepis pemerintah. Anggia menegaskan produksi sawit nasional cukup untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar dan industri pangan.

“Mungkin banyak beredar informasi bahwa, wah, nanti dengan B50 bagaimana dengan pemenuhan kebutuhan minyak goreng? Pemerintah menjamin produksi ini mencukupi, baik untuk implementasi B50 maupun kebutuhan CPO lainnya,” ujarnya.

Produksi CPO 2025 Capai 51,6 Juta Ton, Pakar Ingatkan Risiko Jangka Panjang

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, menilai implementasi B50 pada Juli 2026 tidak akan mengganggu pasokan dalam jangka pendek. Pasalnya, produksi CPO tahun lalu mencapai sekitar 51,6 juta ton.

“Implementasi B50 di bulan Juli seharusnya tidak ada masalah, sebab kebutuhan bahan baku untuk 6 bulan diperkirakan sekitar 1,74 juta ton CPO,” kata Eddy kepada detikcom, Rabu (17/6).

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa produksi harus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan B50 secara penuh dan mengimbangi potensi kenaikan ekspor CPO. “Kalau diberlakukan setahun penuh, kebutuhan bahan baku sekitar 3,5 juta ton. Amannya kalau produksi sekitar 60 juta ton, agar kalau ada permintaan ekspor meningkat masih bisa dipenuhi,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks