MAMUJU — Rapat koordinasi tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana, Konsulat Jenderal Australia Sanchi Davis, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait. DKPPKB Sulbar menegaskan isu yang masuk dalam PASTIPADU saling berkait dengan pembangunan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyebut penanganan empat isu itu tidak bisa dilakukan satu sektor saja.
"Penanganan stunting, kemiskinan ekstrem, anak tidak sekolah dan perkawinan usia anak tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja. Diperlukan sinergi lintas perangkat daerah, pemerintah kabupaten, masyarakat, serta dukungan mitra pembangunan agar intervensi yang dilakukan benar-benar menyentuh akar persoalan," ujar dr. Nursyamsi.
Peran Sektor Kesehatan dalam PASTIPADU
Menurut dr. Nursyamsi, sektor kesehatan berperan penting mendukung PASTIPADU melalui penguatan pelayanan kesehatan primer. Pemantauan tumbuh kembang anak, edukasi keluarga, perbaikan gizi, serta penguatan peran Posyandu dan kader di tingkat masyarakat menjadi bagian dari intervensi tersebut.
Pendekatan yang dipakai menuntut basis data yang kuat. Penanganan empat isu dalam satu kerangka program dinilai membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar sasaran intervensi tepat.
Mengapa Australia Masuk dalam Rakor Ini
Rakor bersama Konsulat Jenderal Australia menjadi bagian dari upaya menyelaraskan dukungan dan kolaborasi dalam pelaksanaan PASTIPADU di Sulawesi Barat. Pertemuan itu memperkuat kemitraan bilateral Australia–Indonesia, khususnya untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat daerah.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mendorong berbagai program pembangunan dilaksanakan secara terintegrasi dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Kebijakan pembangunan daerah menempatkan penguatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan dasar sebagai bagian dari prioritas.
Komitmen DKPPKB Sulbar
Melalui penguatan koordinasi dan kemitraan tersebut, DKPPKB Sulbar berkomitmen mendukung pelaksanaan PASTIPADU lewat pembangunan kesehatan yang lebih terintegrasi. Fokusnya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, sebagai bagian dari pembangunan Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.