Candy Crush Saga Cetak Pendapatan USD 876 Juta di 2025, Model Freemium Masih Jadi Andalan King

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:07:01 WIB
Candy Crush Saga mencatat pendapatan USD 876 juta pada 2025, dengan model freemium yang terus menjadi andalan King.

SULAWESI BARAT — Kesuksesan Candy Crush Saga selama 14 tahun terakhir membuktikan bahwa model bisnis freemium yang dieksekusi dengan tepat bisa menghasilkan keuntungan jangka panjang. King, pengembang asal Swedia, berhasil membangun ekosistem yang membuat pemain betah kembali ke level-level baru yang terus bertambah. Hingga saat ini, total level yang tersedia sudah melebihi 23.000, dengan tingkat kesulitan yang dirancang meningkat secara progresif.

Pendapatan Miliaran Dolar dan Basis Pemain yang Stabil

Data dari platform analitik Business of Apps mencatat bahwa versi orisinal Candy Crush masih menghasilkan sekitar 190 juta unduhan baru di Android dan iOS hingga 2025. Jumlah pengguna aktif bulanan mencapai 81,5 juta orang, angka yang tidak jauh berbeda dari masa kejayaannya di akhir 2013 yang menembus 93 juta pengguna aktif harian.

Performa ini menunjukkan bahwa game puzzle tersebut tidak kehilangan daya tariknya di tengah gempuran game-game baru. King sendiri mengumumkan bahwa total pendapatan kumulatif mereka telah melampaui USD 20 miliar pada 2023, dengan 5 miliar unduhan melintasi seluruh judul seperti Soda Saga, Jelly Saga, dan Friends Saga.

Gameplay Berbasis Giliran dan Psikologi Pemain

Salah satu kunci umur panjang Candy Crush terletak pada desain gameplay-nya yang berbasis giliran. Format ini memberi kebebasan bagi pemain untuk berhenti di tengah permainan tanpa penalti, lalu melanjutkannya kembali di lain waktu. Hal ini berbeda dengan game kompetitif yang menuntut sesi bermain panjang.

General Manager Candy Crush Saga, Paula Ingvar, menjelaskan bahwa game ini dirancang untuk memberikan kepuasan melalui kemenangan-kemenangan kecil dalam sesi 10 hingga 20 menit. Pendekatan ini membuat pemain tidak merasa terbebani untuk menghabiskan waktu berjam-jam dalam satu sesi.

Daya Tarik Universal yang Lintas Generasi

Profesor studi media dan platform dari University of Toronto, David Nieborg, menilai bahwa desain Candy Crush yang netral menjadi faktor penting lainnya. Game ini tidak terikat pada latar belakang budaya, gender, atau batasan geografis tertentu, sehingga mudah diterima berbagai kalangan.

Formula inklusif ini membuat permen warna-warni tersebut tetap relevan di pasar Indonesia yang memiliki basis pengguna game mobile sangat besar. Mekanisme yang sederhana namun adiktif membuatnya tetap jadi pilihan utama untuk mengisi waktu luang, baik bagi pemain kasual maupun mereka yang ingin tantangan logika ringan.

Dengan pendapatan yang masih mencapai ratusan juta dolar per tahun, Candy Crush Saga membuktikan bahwa usia belasan tahun bukan halangan untuk tetap jadi salah satu game mobile paling menguntungkan di industri.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top