SULAWESI BARAT — Amri/Nita menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang mampu menembus podium di New Delhi. Mereka mengulang pencapaian Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir pada 2017, meski kali ini hanya sampai babak semifinal. Sektor ganda campuran memang jadi sektor yang paling lama kering di Indonesia, dan perunggu ini setidaknya memberi fondasi baru setelah tujuh tahun vakum dari persaingan papan atas.
Di sisi lain, kegagalan melaju ke final di semua nomor membuat Indonesia harus menerima kenyataan pahit: puasa gelar juara dunia kini genap tujuh tahun. Terakhir kali Indonesia meraih emas adalah pada 2019 lewat ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Sebagai pembanding, pada Kejuaraan Dunia IBF 1980, Indonesia pernah membawa pulang empat emas, empat perak, dan tiga perunggu.
Jonatan Christie ke Puncak Ranking Tanpa Perlu Juara
Hasil turnamen kali ini justru menguntungkan Jonatan Christie di luar dugaan. Jojo tidak perlu menjadi juara dunia untuk memastikan diri menempati peringkat satu dunia. Unggulan-unggulan lain gagal tampil konsisten, sehingga tunggal putra Indonesia itu naik takhta tanpa harus bermain di final.
Ini pertama kalinya dalam waktu cukup lama Indonesia kembali memiliki tunggal putra nomor satu dunia. Meski bukan gelar, pencapaian ini menjadi sinyal positif di tengah menurunnya dominasi sektor-sektor lain.
Ganda Putri Kembali ke Jalur Elite
Kabar baik lain datang dari sektor ganda putri. Rachel/Febi dan Ana/Trias sama-sama menembus perempat final di New Delhi. Hasil ini cukup untuk mengembalikan Rachel/Febi ke jajaran 10 besar peringkat dunia mulai Selasa pekan ini.
Dua pasangan ini menunjukkan bahwa ganda putri Indonesia mulai bisa bersaing lagi dengan pasangan-pasangan terbaik dunia, setelah sekian lama hanya menjadi pelengkap di turnamen-turnamen besar.
Ganda Putra Mulai Kehilangan Rasa Aman
Yang paling mengkhawatirkan justru datang dari sektor yang dulu selalu jadi andalan. Ganda putra Indonesia masih punya tiga pasangan di 15 besar, tapi tidak ada satu pun yang memberi jaminan seperti era Ahsan/Hendra. Jarak dengan negara lain semakin dekat, dan rasa aman yang dulu selalu hadir kini mulai memudar.
Prancis menjadi bukti bahwa negara nonkonvensional tidak lagi bisa dianggap remeh. Mereka pulang dengan dua medali emas, pertama kali dalam sejarah mereka. Indonesia mungkin masih menjadi negara utama di bulu tangkis dunia, tetapi standar "cukup baik" dan "mendominasi" kini menjadi dua hal yang berbeda.