Terra Industries, Startup Drone Pertahanan Nigeria, Raup Pendanaan Rp 858 Miliar

Penulis: Puguh Triyono  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 14:19:01 WIB
Terra Industries, startup drone pertahanan asal Nigeria, mengumumkan perolehan pendanaan senilai Rp 858 miliar untuk ekspansi produksi dan pasar global.

SULAWESI BARAT — Pendanaan ini menjadi modal besar bagi Terra untuk menantang dominasi produsen drone asal Amerika Serikat dan Eropa yang selama ini fokus pada pasar NATO dan Ukraina. Dengan sistem pertahanan otomatis yang dirancang khusus untuk lingkungan di Afrika dan Amerika Latin, perusahaan ini menyasar kebutuhan pengamanan infrastruktur kritis seperti pembangkit listrik dan tambang.

Pabrik Drone Raksasa di Ghana dan Ekspansi ke London

Sebagian besar dana segar tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan pembangunan fasilitas produksi baru di Ghana yang diberi nama Pax-2. Pabrik ini diklaim akan menjadi pabrik drone terbesar di Afrika dengan kapasitas produksi hingga 50.000 unit per tahun.

Selain itu, Terra Industries juga dikabarkan sedang membuka kantor di London. Langkah ini diambil untuk mendekatkan diri dengan para pengambil keputusan di industri pertahanan global, sembari tetap mempertahankan basis manufaktur di Afrika.

Sebelum putaran pendanaan ini, Terra tercatat telah mengumpulkan USD 11,75 juta pada Januari 2026. Saat itu, nilai tersebut sudah menjadi yang terbesar bagi perusahaan teknologi pertahanan asal Afrika.

ArtemisOS: Otak di Balik Sistem Drone Otonom

Selain memproduksi perangkat keras berupa drone udara dan darat, Terra Industries juga mengembangkan sistem operasi bernama ArtemisOS. Sistem ini berfungsi sebagai pusat kendali yang menghubungkan seluruh perangkat buatan mereka.

ArtemisOS dilengkapi kecerdasan buatan (AI) yang mampu mendeteksi, mengklasifikasi, dan melacak target secara otomatis. Sistem ini juga dapat mengolah data telemetri dari sensor drone untuk membangun data geospasial, serta merencanakan misi secara mandiri dengan penentuan rute dinamis dan pengambilan keputusan secara real-time.

Keunggulan utama ArtemisOS terletak pada lapisan komando terpadunya yang memungkinkan kontrol penuh terhadap sistem tanpa awak. Fitur ini mendukung operasi skala besar, termasuk pengerahan kawanan drone (swarm operations) untuk kebutuhan pengawasan area yang luas.

Fokus pada Keamanan Infrastruktur Global South

Strategi Terra Industries berbeda dengan kompetitornya dari AS dan Eropa. Perusahaan ini secara spesifik membidik pasar Global South—wilayah yang mencakup Afrika, Amerika Latin, dan negara-negara di luar lingkup pengaruh Anglo-Eropa.

Pemerintah dan organisasi di kawasan tersebut dinilai membutuhkan sistem pengawasan dan pertahanan yang dirancang sesuai kondisi lingkungan setempat. Terra menawarkan menara penjaga (sentry towers) serta drone darat dan udara yang dirakit langsung di kawasan tersebut.

Dengan kapasitas pabrik di Abuja, Nigeria (Pax-1) yang sudah beroperasi seluas 15.000 kaki persegi dan tambahan Pax-2 di Ghana, Terra Industries optimistis dapat bersaing dengan pemain global. Pendanaan tahap awal ini menjadi sinyal bahwa investor global mulai melirik potensi industri pertahanan di benua Afrika.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: techradar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top