Kerumunan Massa di Palmerah, KRL Rangkasbitung Hanya Sampai Stasiun Ini

Penulis: Rendi Kusuma  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:05:01 WIB
Petugas bersiaga di Stasiun Palmerah untuk menjaga situasi tetap kondusif.

SULAWESI BARAT — Kepadatan massa di sekitar perlintasan kereta (JPL 41) lintas Palmerah-Tanah Abang memaksa KAI Commuter mengubah pola operasi secara situasional. Perjalanan KRL jurusan Rangkasbitung yang biasanya berakhir di Stasiun Tanah Abang, kini hanya melayani hingga Stasiun Palmerah hingga kondisi dinyatakan normal kembali.

Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menegaskan bahwa rekayasa ini bukan tanpa alasan. Pihaknya menempatkan keselamatan pengguna sebagai prioritas utama di tengah situasi lapangan yang tidak memungkinkan.

"Langkah ini harus diambil sebagai komitmen atas keselamatan pengguna Commuter Line," ujar Leza dalam siaran persnya, Jumat (28/8).

Perjalanan Tertunda, Maaf dari KAI Commuter

Dampak langsung dari rekayasa ini adalah tertundanya sejumlah perjalanan KRL di lintas Rangkasbitung—Tanah Abang pada pagi hari. KAI Commuter telah menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna yang terdampak keterlambatan.

Leza menambahkan, petugas telah disiagakan di lokasi untuk menjaga situasi tetap kondusif. Pengguna diminta mengutamakan keselamatan dan mengikuti arahan petugas di stasiun.

Informasi terbaru mengenai perjalanan dapat dipantau melalui kanal resmi KAI Commuter, aplikasi C-Access, media sosial @commuterline, atau call center 121.

Transjakarta Juga Terdampak, Kini Kembali Normal

Bukan hanya KRL, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) juga sempat mengalihkan sejumlah rute armadanya akibat kepadatan massa yang sama. Namun, layanan tersebut telah beroperasi normal kembali sejak pukul 10.30 WIB.

"Seluruh layanan kini telah kembali melayani pelanggan melalui rute dan halte sesuai dengan layanan reguler," kata Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani.

Kejadian ini menjadi pengingat betapa rentannya operasional transportasi publik terhadap dinamika sosial di lapangan. Baik KAI Commuter maupun Transjakarta memilih langkah antisipatif demi melindungi penumpang, meskipun harus mengorbankan ketepatan jadwal.

Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kerumunan massa di lokasi, namun langkah rekayasa operasi ini akan terus dievaluasi secara berkala hingga situasi dinyatakan aman.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top